Rabu, 26 Januari 2022

TAHUN PENAMPIAN (17)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Wahyu 3:14-21

 

Ayat Hafalan: Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Wahyu 3:16

 

Tidak sedikit juga Gereja dan Pribadi Kristen yang hidupnya suam-suam kuku dan sangat agamawi di akhir zaman seperti Jemaat Laodikia. Banyak orang ketika membayangkan arti ‘suam-suam kuku’ adalah tidak bergerak dan tidak bersemangat. Tetapi makna yang dimaksud bukannya tidak ada gerakan atau bukannya tidak bersemangat, tetapi justru banyak aktivitas namun tidak ada ‘rohnya’ alias hanya digerakkan oleh rutinitas dan kewajiban agamawi.

 

Laodikia bukan jemaat yang tidak bergerak dan pasif, dari pengakuannya di Wahyu pasal 3 ayat 17, nyata bahwa Laodikia adalah jemaat yang yakin diri ‘penuh’ dengan aktivitas dan pelayanan sehingga dikatakan “Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa”. Namun Tuhan melihat bukan hanya seberapa banyak aktivitas dan pelayanan, tetapi terutama bagaimana mereka mengerjakan semua itu. Tuhan tidak melihat jumlah kegiatan atau hasil yang dicapai oleh suatu pelayanan, tetapi lebih bagaimana proses mencapai semua itu.

 

Tuhan menyatakan bahwa Jemaat Laodikia itu: malang, menyedihkan, miskin, buta dan telanjang (Wahyu 3:17). Apa yang salah dalam proses pelayanan Jemaat Laodikia? Perhatikan di Wahyu pasal 3 ayat 18 ada 3 hal yang menjadi kekurangan mereka: ‘emas yang murni’, ‘pakaian putih’ dan ‘minyak untuk melihat’. Artinya pelayanan harus dikerjakan oleh “orang benar” (emas yang murni = orang yang tahir Mal 3:3), dengan “cara benar” (pakaian putih=perbuatan benar Wah 19:8) dan “motivasi benar” (minyak = Roh Kudus memampukan kita melihat pengharapan dalam cahaya Injil yaitu Kemuliaan Kristus supaya jangan dibutakan oleh ilah zaman ini – 2 Kor 4:4, yaitu melayani dengan motivasi dunia dan segala kemegahannya Mat 4:8).

 

Jadi Pelayanan seberapapun besar dan dahsyat dampaknya, hanya menjadi berkat bagi yang menerima, bukan yang melaksanakannya, jika dilakukan dengan cara agamawi seperti Jemaat Laodikia. Orang tidak bisa bermegah dan berlindung dengan cara melakukan banyak pelayanan hebat dan dapat tenang-tenang hidup secara tidak benar. Orang Kristen jangan berpikir dapat menghalalkan segala cara demi suatu tujuan pelayanan. Jangan berharap dibenarkan karena suatu perbuatan baik bila didasari oleh motivasi yang duniawi dan keuntungan pribadi.

 

Itu sebabnya dikatakan bahwa pada akhir zaman banyak orang yang mungkin disebut “Pendeta Besar” dan “Hamba Tuhan” yang berkata: “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu?” akan ditolak Tuhan. Tuhan akan mengusir mereka dan berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:22-23)

 

BERTOBAT ATAU DICAMPAKKAN

 

Ingatlah bahwa waktu menampi akan datang segera, waktu untuk memisahkan akan datang tiba-tiba.

“Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.” (Matius 13:40-42)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *