Minggu, 23 Januari 2022

TAHUN PENAMPIAN (14)

 

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Petrus 4:1-6

 

Ayat Hafalan: Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu. 1 Petrus 4:4

 

Sering ada pendapat yang salah bahwa Tuhan menciptakan orang baik dan orang jahat. Yesus dengan tegas mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah menabur lalang. Tuhan hanya menabur benih yang baik, dan benih itu tumbuh dan menghasilkan buah yang baik di ladang dunia. Sebaliknya iblis lah yang menabur benih lalang itu. Iblis membisikkan segala kejahatan pada orang-orang yang mau di tipu dan dijerumuskannya. Setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan dengan penuh kasih mentaatinya, akan tumbuh menjadi gandum yang berbuah/berbulir. Sedangkan setiap orang yang mendengarkan bisikan iblis dan dikuasai oleh perbuatan dosa dan kejahatan akan tumbuh menjadi lalang tak berguna.

 

Tidak seorang pun senang melihat adanya ilalang ditengah ladang gandum, Tuhan pun tidak. Tuhan rindu melihat ladang gandum yang bersih dari ilalang. Tetapi ilalang selalu ada dan sering justru tumbuh lebih cepat dan lebih subur dari gandum itu sendiri. Lalu bagaimana? Yang penting adalah menjaga status kita tetap sebagai “gandum” meskipun ada ribuan lalang disekeliling kita. Bisa jadi lalang yang tumbuh lebih banyak dan lebih subur dibandingkan gandum, tetapi itu tidak masalah, sepanjang kita menyadari bahwa kita sesungguhnya berasal dari benih Kerajaan Sorga dan bukan dari si jahat. Perbuatan-perbuatan kita sebagai “gandum” haruslah tetap berguna seperti terang dan garam dan memuliakan Bapa di dalamnya.

 

Tentu perbuatan kita itu akan mendapat reaksi dari kelompok ilalang. Petrus pun menyadari hal itu dan berkata “Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.” (1 Petrus 4:4). Sulitkah ini untuk dilakukan?Jelas sulit. Namun semua kesulitan itu memang harus kita lalui. Kita memang dibiarkan tumbuh bersama dengan lalang, tetapi perhatikanlah bahwa pada akhirnya nanti kita akan selamat ketika kita dimintai pertanggung jawaban. “Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.”.

 

Ada kalimat yang sering di ucapkan oleh orang china yaitu,”Perbuatan baik akan mendapatkan balasan baik, sebaliknya perbuatan jahat akan mendapatkan balasan jahat, kalau balasan belum juga datang, bukan berarti Tuhan tidak membalasnya, melainkan karena belum tiba waktunya.” Allah yang kita sembah adalah Allah yang sepenuhnya kudus dan adil, ia tidak dapat membiarkan dosa terjadi tanpa memberikan hukuman. Dan upah dosa ialah maut, terpisah selama-lamanya dari Allah, dan terlempar kedalam api neraka. Tetapi Tuhan juga sepenuhnya kasih. Ia tetap memberikan kesempatan kepada orang berdosa untuk datang pada Yesus dan bertobat. Kita tidak berhak turut campur dalam menentukan siapa yang boleh atau tidak boleh diampuni, pembalasan adalah hak Tuhan. Tapi Tuhan memberikan janji yang adil pada hari Tuhan, malaikat akan memisahkan lalang dari gandum.

 

Mereka yang masuk kategori lalang akan dikumpulkan diikat berberkas-berkas lalu dimasukkan ke dalam api dan dibakar dalam api, yaitu api neraka yang kekal, Semua yang menyesatkan dan semua yang melakukan kejahatan dalam kerajaan Allah akan dikumpulkan dan dicampakkan ke dalam api neraka, terpisah dengan Allah selama-lamanya. Sebaliknya, mereka yang masuk kategori gandum yang melakukan firman Tuhan, hidupnya menjadi berkat, yang memiliki kualitas iman yang dewasa akan dikumpulkan untuk masuk ke dalam lumbung-Nya, yaitu dalam kerajaan-Nya yang kekal.

 

Jemaat Imra yang dikasihi Tuhan, jadilah gandumNya Tuhan, bukan ilalang. Agar melalui kehidupan kita, nama Tuhan Yesus senantiasa dipermuliakan. Happy Sunday

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *