Jumat, 21 Januari 2022

TAHUN PENAMPIAN (12)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Matius 13:24-30

 

Ayat Hafalan: Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” Matius 13:30

 

Orang yang suka berkebun tentu tahu bagaimana gemasnya melihat tanaman liar lain yang tiba-tiba tumbuh di antara tanaman yang disukai. Selain mengganggu mata, tanaman liar juga menghisap sari makanan yang seharusnya hanya untuk konsumsi tanaman yang sedang dipelihara. Biasanya orang akan segera mencabut tanaman liar itu. Tanaman liar ini menyerap nutrisi-nutrisi yang diperlukan tanaman yang dipelihara itu untuk tumbuh, dan jika tidak dicabut secara berkala maka tanaman yang baik pun akan sulit berkembang. Entah dari mana datangnya tanaman liar ini, tetapi begitulah adanya. Mereka terus saja hadir, bertumbuh bersama-sama dengan tanaman lainnya. Jika bpk/ibu menanam gandum, maka lalang pun akan hadir disana. Tumbuh berdampingan di tempat yang sama. Jika anda melihat secara sepintas maka kita akan melihat seolah semuanya sama saja. Tetapi jelas keduanya berbeda. gandum itu berguna dan berharga, sementara lalang hanya akan dicabut dan dibuang atau dibakar.

 

Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan penjelasan kepada para murid-Nya arti perumpamaan tentang lalang di antara gandum, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.” (Matius 13:24). Apa yang ditabur? Benih gandum yang baik, Itu yang berasal dari Kerajaan Surga. Lalu kemudian apa yang terjadi? “Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.” (ay 25). Perhatikan bahwa kedua tanaman ini tumbuh di tempat yang sama dan kelihatannya cukup sulit untuk dipilah. Ini perumpamaan yang berbicara tentang orang benar dan orang fasik yang dibiarkan hidup berdampingan. Di saat gandum itu mulai berbulir, lalang pun mulai kelihatan juga. (ay 26). Keduanya jelas mempunyai karakteristik berbeda, tapi tumbuhnya berbarengan di tempat yang sama. Menariknya, jika kita benar-benar mempelajari gandum, kita akan menemukan ketika gandum sudah dewasa, tangkainya jadi membungkuk karena beratnya biji-bijian. Ini salah satu cara yang pasti untuk mengetahui perbedaan antara gandum dan gulma (ilalang), dengan melihat siapa yang membungkuk .Ini juga mengapa mudah bagi para pemanen untuk mengenali gulma.

 

Lalu apa yang harus dilakukan terhadap lalang ini? Apakah dicabut? Ternyata Yesus berkata: “Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai.” (29-30). Mengapa gandum dan lalang dibiarkan sama-sama bertumbuh? Sementara biasanya jika ada lalang maupun tumbuhan-tumbuhan pengganggu/gulma pasti akan disiangi/ kita akan mencabuti tumbuhan perusak tersebut, namun mengapa pemilik ladang mencegah hamba-hambanya untuk mencabutnya? Mengapa harus menunggu sampai gandum itu berbulir? Selain karena bentuk gandum dan ilalang itu sangat mirip, ada alasan yang lebih penting sehingga kita tidak boleh mencabut ilalang di saat masa tuaian belum tiba, seperti yang dikatakan Yesus, “Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.” (ay.29). Di atas tanah, gandum dan ilalang tumbuh berdampingan, tetapi di bawah permukaan tanah, akar ilalang sebenarnya mencengkeram akar gandum sehingga ketika kita mencabut ilalangnya, maka gandum juga ikut tercabut. Tidak ada pilihan lain, terpaksa kita harus menunggu kedua tumbuh bersama! Karena jika tiba waktu menuai akan kelihatan dengan jelas mana gandum dan lalang. Satu-satunya cara memisahkan lalang dan gandum adalah dengan menunggunya sampai saat menuai tiba.

 

Kita bisa melihat betapa jahat dan liciknya ilalang itu. Ilalang memanfaatkan gandum untuk membentengi dirinya sehingga ilalang tidak akan dicabut sebelum masa panen tiba. Ilalang menggunakan kesempatan itu untuk berkembang menjadi semakin banyak, dan tidak menyisakan ruang bagi benih yang lain. Berhati-hatilah sebab ilalang dan gandum tumbuh bersama. Artinya, mereka mendapat makanan dan nutrisi rohani yang sama. Meski mendapat nutrisi rohani yang sama, yang satu berisi dan yang satu kosong. Jadi jangan merasa tenang dulu, mungkin sering melakukan dosa yang orang lain tidak tahu tapi tetap bisa melayani Tuhan, seakan-akan Tuhan tidak menghukum anda. Hati-hati bila anda seperti itu, segera bertobat, sebelum penghukuman Tuhan turun atas anda.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *