Selasa, 19 September 2023

SAYA SAKSI KRISTUS (9)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Yohanes 13:31-35

 

Ayat Hafalan: Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Yohanes 13:34-35

 

Secara hukum, saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang didengarnya, dilihatnya, atau dialaminya sendiri. Tetapi di dalam konteks umum, saksi adalah bukti kebenaran karena dia melihat dan mengetahui sendiri suatu peristiwa. Sebagai orang Kristen, kita pasti telah mengalami banyak anugerah Tuhan di dalam kehidupan ini, sudahkah disaksikan? Apakah keselamatan dari Tuhan telah menjadi pokok dari kesaksian kita?

 

Dalam dua teks yang menjadi dasar renungan ini, terdapat sikap masa bodoh yang dialami umat Tuhan. Tuhan menyatakan Dia adalah satu-satunya Allah (Yesaya 40) dan Israel dijadikan terang bagi bangsa-bangsa (Yesaya 41). Namun, Israel justru menjadi bangsa yang gagal dan buta (Yes. 42:18,20). Walaupun demikian, Tuhan tetap ingin menyelamatkan mereka (Yes. 43:10-13).

 

Tuhan Yesus bukan datang ke dunia untuk mendirikan kerajaan secara duniawi. Namun, para murid belum memahaminya (Kis. 1:6). Mereka sibuk memikirkan kapan Tuhan Yesus datang lagi dan mengabaikan pekerjaan misi (bnd. 1Tes. 4, 5). Kita pun jangan sibuk dengan hal-hal yang tampak rohani sehingga mengabaikan pelayanan yang penting. Oleh sebab itulah, Tuhan Yesus mengirimkan Roh Kudus untuk memampukan para rasul dan pengikut-Nya untuk menjadi saksi-Nya (Kis. 1:8).

 

Bagaimana kita bisa menjadi saksi Kristus? Kita harus bersandar pada Roh Kudus supaya kesaksian kita efektif. Hukum dan peraturan belaka (yang mudah berubah-ubah) tidak mungkin mengubah diri manusia. Kemudian, nyayakanlah apa yang kita ketahui tentang Yesus yang sudah bangkit kepada orang-orang di sekitar kita. Ceritakanlah juga pengalaman kita bersama Yesus (1 Yoh. 1:1)

 

Perhatikan kesaksian Raja Daud dalam Mazmur 103:2-5, dan ingatlah segala kebaikanNya yang Anda alami. Itulah kesaksianmu. “Janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.”

 

Dalam ayat-ayat ini kita melihat apa menjadi inti kesaksian Raja Daud. Seorang saksi tidak akan melupakan kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Apa kebaikan Tuhan dalam hidup Anda? Saksikanlah itu! Anda tidak perlu berkhotbah, atau menguraikan rahasia Firman. Yang Anda harus lakukan adalah jadi saksi sejati dengan menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang lain. Anda adalah terang bagi mereka. Anda adalah petunjuk jalan bagi mereka. Apa dosa Anda sudah diampuni? Ceritakanlah! Apa Anda sudah disembuhkan? Ceritakanlah? Apa Anda sudah mengalami kasih Yesus dalam hidup Anda? Ceritakanlah dan jadilah saksi Yesus!

 

Yesus telah memberi perintah baru bagi kita dalam Yohanes 13:34-35, yang menyatakan bahwa kesaksian kita harus nyata, harus dilihat orang. Kesaksian hidup kita tidak boleh dirahasiakan karena tujuan hidup kita adalah menjadi saksi-Nya. “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Kalau semua orang akan tahu, apa yang akan mereka ketahui tentang Anda? Pastikan bahwa Yesus di dalammu-lah yang mereka lihat!

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *