Selasa, 01 Februari 2022

RENUNGAN SPESIAL HARI RAYA IMLEK

 

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Korintus 9:1-27

 

Ayat Hafalan: Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. 1 Korintus 9:19

 

Jemaat Imra, hari ini kita memasuki hari yang pertama di bulan Februari 2022. Kalau kita masih bisa menikmati hidup sampai hari ini, semua karena kebaikan dan anugrah Tuhan Yesus semata. Karena itu mari kita membalas kebaikan Tuhan dengan hidup sungguh-sungguh mencintai Tuhan dan melakukan semua FirmanNya. Mari bersama kita membuka hati agar Firman Tuhan yang ditabur didalam renungan-renungan sepanjang bulan Februari ini tidak kembali dengan sia-sia, tetapi akan bertumbuh dan menjadikan setiap kita umat yang memiliki karakter murah hati.

 

Hari ini, bangsa Indonesia merayakan tahun baru Imlek 2573. Selamat merayakan Imlek bagi jemaat Imra yang merayakan. Terkait momen Imlek, sering kali ada pertanyaan bolehkah kita yang sudah menjadi Kristen ikut merayakan Imlek? MENGAPA UMAT KRISTEN BOLEH MERAYAKAN IMLEK? Sebab Imlek merupakan perayaan memperingati tibanya musim semi setelah berakhirnya musim dingin. Mayoritas masyarakat etnis Tiongkok dulu bercocok tanam. Selama musim dingin, tidak bisa bercocok tanam sehingga ketika dapat melakukannya, mereka merayakan melalui Imlek atau datangnya musim semi. Orang Kristen boleh merayakan Imlek atau Chinese New Year karena merupakan perayaan untuk menyongsong datangnya musim semi. Namun, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan:

 

  1. JANGAN MEMAKAI ORNAMEN NAGA, ULAR (LIONG) ATAU BARONGSAI ATAUPUN HEWAN-HEWAN LAINNYA. Naga dan ular merupakan perlambang Iblis dan tidak ada di dalam surga (Wahyu 12:7-9)
  2. JANGAN BERDOA DI KUBURAN ATAU MAKAM ATAUPUN KUIL UNTUK MEMOHON KE LELUHUR YANG TELAH MENINGGAL. Kita tidak boleh mengharap ataupun memohon pada arwah-arwah atau orang yang sudah wafat, selain kepada Allah yang hidup. Berziarah ataupun melayat sah-sah saja, asalkan tidak berdoa dan berharap sesuatu ke mereka yang telah tiada (Ayub 7:9)
  3. JANGAN MENYEMBAH PATUNG ATAUPUN GAMBAR BERHALA (Keluaran 20:3-5)
  4. JANGAN MEMPERCAYAI TAKHAYUL ATAUPUN SHIO. Jangan percaya ramalan-ramalan atau hasil semedi dari biksu-biksu dan dukun meski terlihat dan terdengar baik. Jangan bermain-main dengan Iblis (1 Timotius 4:7)

 

APA SAJA YANG BOLEH KITA LAKUKAN UNTUK MERAYAKAN IMLEK:

1. SALING MENGUCAP SELAMAT

2. SALING BERBAGI BERKAT (ANGPAO)

Jika kita memiliki berkat berlebih, silakan membagi-bagikannya, terutama kepada yang berkekurangan ataupun sanak-saudara dan keluarga.

3. MAKAN BERSAMA KELUARGA MAUPUN TEMAN-TEMAN

Namun, karena masa pandemi COVID-19, seyogianya jangan makan bersama dengan orang-orang lain karena dapat kemungkinan menularkan ataupun tertular cairan atau droplets yang keluar dari mulut seseorang. Jangan merasa diri kebal ataupun sombong, sebab sekitar 66% penderita COVID-19 merupakan OTG (orang tanpa gejala) yang dapat menularkan, 34% benar-benar mengalami gelaja mulai dari kehilangan indra pembau atau penciuman dan lainnya.

4. MENGUNJUNGI KELUARGA, KHUSUSNYA YANG LEBIH TUA

Namun demikian juga halnya karena pandemi, sebaiknya aktivitas ini kurang disarankan karena kita tidak tahu risiko penularan yang dapat saja terjadi.

5. MENGHIASI RUMAH DENGAN ORNAMEN-ORNAMEN CHINESE NEW YEAR YANG TIDAK BERTENTANGAN DENGAN FIRMAN TUHAN

Misalnya, menghiasi dengan lampu-lampu lampion.

 

Dengan demikian, kita telah mengerti apa saja yang tidak boleh maupun yang boleh dilakukan saat merayakan Imlek dalam kehidupan kita sebagai orang-orang Kristen. Sebagai umat Kristen boleh merayakan Imlek, namun ingatlah hal yang paling utama, yaitu harus ada kasih Tuhan Yesus Kristus di dalam hati dan hidup kita supaya terpancar dan orang-orang merasakan kasih dan hadirat-Nya, sehingga kita dapat memenangkan jiwa-jiwa supaya mereka percaya dan mengenal Allah yang hidup dan penuh kuasa. Itulah tujuan utama kita, yaitu melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus.

 

Melalui momen Imlek, mari sebagai anak-anak Tuhan, kita memperhatikan orangtua, mengasihi keluarga maupun menghornati teman-teman kita semua, sehingga kita benar-benar menjadi garam dan terang Tuhan bagi dunia ini.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *