Jumat, 10 Juni 2022

KELUARGA YANG BERKEMENANGAN (5)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 128:1-6

 

Ayat Hafalan: …Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Mazmur 128:1

 

Setiap orang yang berumah tangga tentu memiliki harapan agar rumah tangga yang dibangunnya kokoh, langgeng, dan bahagia. Untuk mewujdukan hal tersebut, hal utama yang harus diperhatikan adalah kekuatan pondasinya. Mengingat pondasi menentukan kekokohan suatu bangunan dalam menghadapi goncangan dan badai.

 

Pondasi yang kuat bagi kehidupan rumah tangga adalah takut akan Tuhan. Takut berarti hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Bila sudah membangun pondasi keluarga dengan hati takut akan Tuhan, maka berkat akan dicurahkan dalam kehidupan kita.

 

“…engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!” (ayat 2).

 

Kalimat hasil jerih payahmu berbicara mengenai pekerjaan, usaha, bisnis, atau apa saja yang tengah kita kerjakan, termasuk pelayanan yang akan dijadikan Tuhan berhasil dan beruntung. Takut akan Tuhan berbicara mengenai ketaatan, di mana setiap ketaatan akan selalu mendatangkan berkat dari Tuhan. Berkat inilah yang akan dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, bahkan sampai keturunan selanjutnya.

 

Hal yang sia-sia bila kita membangun rumah tangga bila tidak melibatkan Tuhan dan memiliki hati yang takut akan Dia. Sebab keadaan ini sama seperti yang disampaikan Nabi Hagai.

 

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” (Mazmur 127:2).

 

“Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.” (Hagai 1:9).

 

Maka dari itu jangan pernah kamu terlalu sibuk mengejar materi duniawi lalu mengesampingkan perkara rohani, lupa membangun mezbah doa, dan lupa mengembalikan persepuluhan yang justru membuat berkat kita terhalangi.

 

Jangan lupa, kunci kebahagiaan keluarga tidak diperoleh dari apa yang ada di dunia ini, namun hanya diperoleh ketika memiliki hati yang takut akan Tuhan.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *