Kamis, 18 April 2024

IMAN & TEROBOSAN KEUANGAN (4)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Amsal 3:1-35

 

Ayat Hafalan: Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Amsal 3:9-10

 

Siapa yang tidak ingin mengalami berkat yang berlipat ganda dalam hal keuangan? Semua orang pasti ingin mendapatkannya, bukan? Berbicara mengenai berkat Tuhan tidak selalu merujuk kepada theologia kemakmuran, sebab jika motivasi kita benar, yakni menginginkan kelimpahan demi memperluas kerajaan Allah, maka Allah pun akan membukanya.

Oleh karena itu mari belajar dari Firman Tuhan dan mempraktekkannya dalam hidup kita. Kunci untuk mengalami suatu terobosan adalah melakukan Firman Tuhan dengan penuh iman dan terus mengharapkannya segera terjadi dalam keuangan kita.

Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu. (Amsal 3:9)

 

Alkitab mengatakan agar kita menghormati Allah dengan harta kita, dalam terjemahan versi Amplified Bible dikatakan, “Hormatilah Allah dengan keuntungan dan kecukupanmu (dari pekerjaan yang benar dari semua penghasilanmu), maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air anggur barunya.”

Salah satu cara menghormati Tuhan adalah dengan memberikan uang kita kepada-Nya. Cara memberikan uang kepada Tuhan adalah dengan memberikan kepada orang yang Dia utus dan kepada pekerjaan-pekerjaan-Nya.

 

Jika kita memperlajari di Alkitab, tokoh-tokoh iman memberikan hartanya kepada Tuhan lewat persepuluhan, persembahan kasih dan pemberian kepada orang lain yang membutuhkan. Terlepas dari segala doktrin apapun mengenai perlu atau tidak memberi persepuluhan, mari belajar menghormati Tuhan dengan harta kita.

 

Persembahan apapun jenisnya yang kita berikan bagi Tuhan akan membantu mencukupi kebutuhan hamba Tuhan yang melayani Tuhan sepenuh waktu dan tidak mengambil pekerjaan sekuler, memberkati pekerjaan misi Tuhan dan memberkati kebutuhan gereja Tuhan yang membutuhkan.

 

Waktu kita memberi persepuluhan dan persembahan syukur serta persembahan kasih kepada Tuhan maka kita sedang menunjukkan penghormatan kita kepada Tuhan. Namun, ketika kita sedang menahan persepuluhan atau persembahan kepada Tuhan maka kita sedang membahayakan diri kita sendiri.

 

“Bolehkan manusia merampok Allah? Namun kamu telah merampok Aku. Tetapi kamu berkata. ‘Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?’ Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! (Maleakhi 3:8, Terjemahan Bebas)

 

Jadi, jika kita harus memilih untuk mendapatkan berkat berkelimpahan atau menjadi perampok Allah yang membahayakan kehidupan kita sendiri, mana yang Anda pilh?

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *