Senin, 28 Februari 2022

HIDUP DALAM PERTOBATAN (8)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Filip 1:12-26

 

Ayat Hafalan: Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Filipi 1:21

 

Apa yang harus dilakukan untuk beroleh keselamatan kekal? Yohanes Pembaptis menegaskan agar bertobat (metanoia = a change of mind = perubahan pikiran). Misal: jika dahulu hidup sebagai koruptor dan sekarang tahu bahwa korupsi itu salah kemudian bertobat dan berubah pikiran untuk tidak melakukannya lagi. Jadi, tidak cukup hanya berubah pikiran (bertobat) tetapi harus disertai dengan tindakan (buah pertobatan) sama seperti ketika mendengarkan Firman Tuhan timbullah iman dalam pikiran dan hati namun harus diikuti dengan perbuatan iman. Jangan hanya menyesal dan menangis histeris di gereja ketika mendengar teguran Firman Tuhan tetapi keluar dari gereja perbuatannya tetap tidak pernah berubah.

 

Kapan kita menyadari bahwa kita harus bertobat dan ini berkaitan dengan keselamatan hidup kekal? Saat-saat kita mendekati kematian jasmani. Buktinya, saat kematian di ambang pintu oleh sebab kecelakaan, bencana alam, sakit keras dan terbaring di rumah sakit, siapa pun termasuk anak Tuhan akan merasa takut mati terlebih jika masih ada sesuatu (kepahitan hati, kebencian dll.) yang belum diselesaikan.

 

Alkitab memberi contoh beberapa pribadi yang begitu mantap menyambut kematian:

 

1. Simeon yang benar dan saleh (buah pertobatan) dan Roh Kudus ada di atasnya (Lukas 2:25). Bukankah Yohanes Pembaptis diutus untuk memberitakan kabar pertobatan dan Yesus yang membaptis dengan Roh Kudus (Lukas 3:16)?

 

Apa respons Simeon ketika melihat(bayi)Yesus dibawa ke Bait Allah? Dia menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, “Sekarang Tuhan biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu…” (Lukas 2:28-30). Terbukti Simeon tidak takut menyambut kematian sebab dia yakin telah hidup dalam pertobatan yang sejati.

 

2. Rasul Paulus dengan mantap mengatakan, “karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus….Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”(Filipi 1:19,21)

 

Jelas, kita tidak perlu tahu kapan dipanggil kembali oleh Tuhan tetapi yang pasti ialah selama masih hidup kita hidup bagi Kristus. Untuk itu kita harus bertobat dan menghasilkan buah-buah pertobatan. Mari kita menghasilkan buah-buah pertobatan agar kita dapat masuk ke dalam keselamatan hidup kekal. Untuk itu mindset kita harus berubah dilanjutkan dengan tindakan sebagai buah-buah pertobatan. Bila Firman Tuhan bekerja menumbuhkan iman dan kita melakukan perbuatan iman maka kita akan rindu akan Yerusalem Baru. Jika kita belum/tidak merindukannya, kita memohon kekuatan Roh Kudus agar perbuatan pertobatan menjadi nyata. Dengan demikian, kapan pun dan dalam kondisi apa pun kita dipanggil Tuhan kembali, kita tidak takut tetapi malah siap dan yakin keselamatan hidup kekal di Yerusalem Baru sudah tersedia bagi kita.

 

Renungan hari ini menutup seluruh pembelajaran kita di bulan Februari 2022 tentang The Chosen One. Agar bisa terpilih untuk melewati masa penampian ini, kita harus menjadi pribadi yang hidup dalam pertobatan sejati setiap saat kepada Tuhan Yesus.

 

Sampai bertemu di bulan Maret 2022, jemaat IMRA yang dicintai oleh Tuhan. Jadilah pribadi yang memancarkan karakter Tuhan Yesus dimanapun anda berada. Stay safe & healthy, Tuhan Yesus memberkati!

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *