Senin, 09 Mei 2022

GADIS YANG BIJAKSANA & GADIS YANG BODOH (9)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Matius 25:1-13

 

Ayat Hafalan: Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Matius 25:9

 

Hanya Injil Matius yang mencatat perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh. Matius dengan sengaja menempatkan perumpamaan ini sesudah percakapan Yesus tentang akhir zaman. Di bagian terakhir dari percakapan tersebut Yesus berbicara tentang suatu pemisahan antara mereka yang dipilih, berjaga-jaga, dan setia, dan mereka yang tidak. “Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan” (Matius 24:40, 41). Hamba yang setia dan bijaksana diberi kuasa atas semua milik tuannya, tetapi hamba yang jahat diberikan tempat bersama dengan orang-orang munafik (Matius 24:45­51). Jadi di dalam perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh, lima gadis masuk ke dalam rumah mempelai; sedangkan lima yang lain mendapatkan pintu sudah terkunci.

 

Kesimpulan yang diberikan oleh Yesus untuk perumpamaan ini sederhana dan tepat: “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” Dengan jelas Dia menunjuk kepada Diri-Nya sendiri dan di dalam perumpamaan ini Dia mengajarkan tentang kedatangan-Nya kembali. Dialah mempelai laki-laki: Dialah orang yang akan datang itu. Berulangkali selama mengajar Dia berbicara tentang mempelai laki-laki. Mengenai pertanyaan mengapa murid-murid-Nya tidak berpuasa, Yesus menjawab, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Matius 9:15). Pengajarannya adalah Yesus akan mengeluarkan mereka yang gagal melakukan kehendak Allah Bapa dari Kerajaan Surga. Pada hari kedatangan Yesus, mereka akan memanggil nama-Nya dan menunjukkan perbuatan-perbuatan religius mereka, tetapi karena kegagalan mereka melakukan kehendak Bapa, mereka tidak mendapat bagian di dalam Kerajaan Surga.

 

Lima gadis di dalam perumpamaan ini disebut bijaksana. Mereka adalah gadis-gadis yang datang dalam keadaan siap. Mereka bijaksana karen a mereka melibatkan diri secara penuh ke dalam situasi dan mengikuti instruksi yang ada dengan hati-hati. Alkitab mengajarkan bahwa seorang yang bijaksana memiliki wawasan yang benar akan kehendak Allah.

 

Lima gadis yang disebut bodoh dan yang menjadi pusat perhatian di dalam perumpamaan ini kelihatannya tidak melakukan apapun yang jahat. Mereka datang dengan maksud yang terbaik dan mengharapkan kebahagiaan untuk pengantin laki-laki dan wanita di tahun-tahun perkawinan mereka. Tetapi mereka gagal melakukan harapan-harapan pengantin laki-laki dan wanita, karena mereka lalai membawa persediaan minyak yang diperlukan. “Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya?” (Yeremia 2:32). Jawabannya tentu saja tidak. Namun kelima gadis itu lupa membuat persiapan yang cukup untuk tugas yang diberikan kepada mereka. Mereka datang dengan ketidaksiapan dan karena alasan inilah mereka dikeluarkan dari ruang pesta.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *