Selasa, 10 Mei 2022

GADIS YANG BIJAKSANA & GADIS YANG BODOH (10)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Matius 25:1-13

 

Ayat Hafalan: Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Matius 25:10

 

Gereja terdiri atas orang-orang baik dan jahat, orang-orang terpilih dan penjahat, orang-orang bijaksana dan bodoh. Pelita yang mereka bawa adalah perbuatan-perbuatan baik, karena orang­-orang Kristen dinasihati untuk membiarkan perbuatan mereka bersinar di hadapan manusia. Minyak adalah kehadiran/ pengurapan Roh Kudus. Dapat kita pahami ketika Samuel mengurapi Daud dengan minyak, Roh Kudus turun ke atas dia. Pedagang minyak adalah Musa, para nabi, para hamba Tuhan yang selalu berseru-seru “bertobatlah”. Dan seruan, “Mempelai datang!” adalah panggilan sangkakala Allah pada saat kedatangan Kristus. Roh Kudus yang berada di dalam gadis-gadis itu mencerminkan kualitas kesiapan mereka. Walaupun Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan kita, adalah mungkin untuk dosa kita “memadamkan Roh Kudus” (1 Tesalonika 5:19) atau “mendukakan Roh Kudus” (Efesus 4:30).

 

Dosa selalu berdampak pada hubungan kita dengan Allah. Hal ini dapat kita bandingkan dengan kisah yang dialami Raja Saul. Roh Kudus mendiami Raja Saul, namun kemudian “meninggalkan” dia (1 Samuel 16:14). Dosa/ kejahatan kita yang dilakukan terus menerus dapat menghalangi persekutuan dengan Allah dan secara efektif memadamkan pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan kita. Itu sebabnya amatlah penting untuk mengakui dosa-dosa kita karena Allah “adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9). Berjaga-jaga agar kita tidak terjatuh dari dosa yang terus menerus dan senantiasa punya hubungan yang erat dengan Allah adalah tindakan “menyimpan minyak” agar pelita kita tetap menyala. Beberapa penafsir mengartikan minyak sebagai sukacita atau kasih, sementara penafsir yang lain melihatnya sebagai perbuatan baik atau membantu orang yang membutuhkan.

Pesan utama dari perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh ditujukan kepada pengikut­-pengikut Yesus. Gadis-gadis bijaksana yang terus-menerus mencoba melakukan kehendak Bapa adalah mereka yang dengan sungguh-­sungguh berdoa “Maranatha,” “Datanglah, Tuhan Yesus, datanglah dengan segera.” Roh Allah senantiasa hadir menerangi, mengobarkan dan memurnikan gadis-gadis bijaksana ini. Tetapi gadis-gadis yang bodoh adalah mereka yang tidak memberikan perhatian kepada kedatangan Tuhan yang tiba-­tiba. Perumpamaan ini ditujukan kepada mereka untuk mendapatkan perkataan: Betapa bodohnya kamu ini! dari mulut mereka.

 

“Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu” (Matius 24:36) dan “Karena itu berjaga­-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Matius 24:42). Yesuslah yang mengucapkan perkataan-Nya yang terkenal “Aku berkata kepadamu” (Matius 25:12), dengan demikian menunjukkan bahwa Dia berbicara tentang kedatangan-Nya kembali. Dengan menggunakan perumpamaan ini, dengan jelas Yesus mengajarkan kepada pengikut-pengikut-Nya untuk bersiap sedia menanti kedatangan-Nya. Mereka yang tidak siap sedia tidak akan diperbolehkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga selamanya pada waktu Yesus datang kembali. Mereka adalah orang-orang yang mendengar Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Aku tidak mengenal kamu.” Mereka adalah gadis-gadis bodoh yang menyingkirkan pemikiran-pemikiran tentang kedatangan Kristus dari gaya hidup mereka.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *