Rabu, 18 Mei 2022

ANAK TUHAN YANG BIJAKSANA (4)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Amsal 4:1-27

 

Ayat Hafalan: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amsal 4:23

 

Tidak semua orang menghayati betapa singkatnya hidup ini. Hal ini disebabkan oleh rutinitas dengan berbagai macam persoalan hidup. Akibatnya, tak disadari hari-hari kita berlalu demikian cepat. Pada umumnya, banyak orang tidak mempersoalkan singkatnya hidup ini. Mereka seperti membiarkan diri terjebak dalam rutinitas yang menggunung. Mereka membuang waktu dengan hal-hal yang kurang berkualitas. Sehingga menjerat kehidupannya di masa mendatang.

 

Dalam hidup ini, kita perlu menyadari segala sesuatu yang telah kita lakukan hari ini akan kita tuai di masa yang akan datang. Firman Allah dalam Mazmur 90:12 mengajarkan, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”. Firman Tuhan ini bukan saja mengajar kita untuk mengisi hari-hari kita dengan sesuatu yang berkualitas, namun menuntun kita untuk hidup lebih bijaksana.

 

Seseorang yang tidak menyadari bahwa hidup ini singkat, mereka akan ceroboh dalam bertindak. Itu sebabnya firman Tuhan menuntun kita untuk menjadi lebih bijaksana.

 

Paling tidak ada tiga hal yang harus dijaga agar kita tidak ceroboh:

 

Pertama, menjaga lidah. Sebuah ungkapan populer berkata, “Memang lidah tak bertulang.” Ungkapan ini menggambarkan seorang yang tidak bisa dipercayai kata-katanya, mungkin kelihatannya sepele, tetapi percaya atau tidak dari perkataan kita juga bisa terletak masa depan kita kelak. Belum lagi lidah yang suka gosip dan lebih ekstrem lagi kita bisa terjerumus dalam dosa lidah karena fitnah. Tidak sedikit orang yang tersandung masalah hukum hanya karena kurang bijaksana menjaga lidahnya. Tertulis dalam Alkitab, arah hidup kita ditentukan juga oleh lidah (Ams. 18:21, Yak. 3:5). Maka, untuk memperoleh hati yang bijaksana, kita perlu menjaga lidah dalam kehidupan kita setiap hari.

 

Kedua, menjaga hati. Hati adalah bagian dalam diri manusia yang paling rentan. Mudah tergores dan terkadang memendam luka. Karena itu, kita perlu memperhatikan nasihat bijak yang berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Ams. 4:23). Hati merupakan perbendaharaan segala yang baik maupun jahat (Luk. 6:45). Jika hati bersih, maka di dalamnya akan penuh dengan potensi ilahi. Terdapat kasih, pengampunan, kemurahan, kelemahlembutan dan sebagainya. Untuk menjaga agar hati tetap bersih kita perlu menjaga dengan kebenaran firman Tuhan (Mzm. 119:9-11).

 

Ketiga, menjaga iman. Nasihat firman Tuhan di 1 Tes. 3:3 “… jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini…”. Iman kita akan diuji setiap hari, karena sifat iman itu selalu bertumbuh (seperti seorang murid yang diuji untuk kenaikan kelasnya). Kita akan hidup lebih bijaksana dari hari ke sehari, apabila senantiasa menjaga iman kita tetap bertumbuh Yakobus 1:3 “sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan”.

 

Ingatlah, hidup ini singkat, apa yang kita lakukan hari ini menentukan seperti apa keadaan kita dimasa depan

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *