Selasa, 24 Mei 2022

ANAK TUHAN YANG BIJAKSANA (10)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Amsal 6:1-19

 

Ayat Hafalan: Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: Amsal 6:6

 

(Sambungan…)

 

Melalui pengalaman Musa, kita belajar untuk mengetahui bagaimana caranya untuk menjadi bijaksana sesuai dengan Firman Tuhan

 

Kedua, Amsal 6:6-8, orang yang bijaksana adalah orang yang tahu menyikapi keadaan yang akan datang serta memiliki persediaan. Semut tidak ada pemimpinnya, tetapi dia tahu kapan harus bekerja mengumpulkan makanan sebagai persiapan untuk musim dingin dimana semut-semut ini tidak bisa bekerja.

 

Kejadian 41:1-7. Ketika Firaun bermimpi, Yusuf dipakai Tuhan untuk mengartikan mimpi itu bahwa akan ada suatu masa kelimpahan dan suatu masa kelaparan. Itu sebabnya pada tujuh tahun yang pertama dikumpulkan semua bahan makanan sebagai persiapan untuk tujuh tahun kedua (masa kelaparan). Tanpa pemimpin yang bijaksana, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tetapi Yusuf oleh hikmat dan pengertian dari Allah, menyerukan kepada bangsa itu untuk mengumpulkan bahan makanan sebagai persiapan pada masa kelaparan.

 

1 Raja-Raja 19:1-8, mencatat seorang nabi yang dipakai Allah luar biasa, dan terkenal dengan demonstrasi kuasa Allah saat menghadapi nabi-nabi baal, dia adalah Elia. Tetapi setelah itu, dia mendengar bahwa ada seorang perempuan bernama izebel yang berikhtiar membunuh dia. Elia menjadi takut dan ingin mati. Datanglah Firman Tuhan kepadanya, “bangunlah dan makanlah”. Oleh kekuatan dari makanan itu, Firman Tuhan berkata bahwa Elia mampu berjalan empat puluh hari sampai di Horeb. Makanan adalah gambaran tentang Firman. Biarlah hari-hari ini, sebagai orang bijaksana, kita mengumpulkan Firman yang banyak, bukan sekedar tulisan tetapi menjadi rhema atau sesuatu yang hidup dalam kehidupan kita, yang akan member kita kekuatan ketika mengalami kesusahan. Alkitab boleh hilang, tetapi Firman dalam hidup kita tidak akan pernah hilang. Amos 8:11 -2, ada satu masa dimana orang mencari Firman tetapi tidak akan mendapatkannya. Ada satu masa orang akan haus dan lapar bukan karena makanan tetapi karena Firman Tuhan.

 

KetigaAmsal 14:15orang yang bijaksana adalah orang yang tahu memperhatikan langkah-langkahnya. Langkah kita bagaimana, apakah ada pada jalan yang lurus atau tidak. Amsal 10:24, langkah kita ditentukan oleh Tuhan. Kenapa kita bisa salah dalam melangkah? Karena kita tidak mau dituntun oleh Firman. Alkitab berkata bahwa Frman Tuhan menjadi penuntun langkah kita, sehingga kita tetap berada di jalannya Tuhan. Ada jalan lebar yang menuju maut dan ada jalan sempit yang menuju kepada hidup yang kekal. Jalan yang sempit berarti ada sesuatu dalam hidup kita yang harus diproses oleh Tuhan, dalam melewati jalan ini, mungkin ada banyak hal yang tidak mengenakkan terjadi dalam hidup kita, karena kita harus meninggalkan setiap hal yang tidak berkenan dalam hidup kita agar bisa mengikuti jalan yang sudah dipersiapkan Tuhan.

 

Yeremia 10:23, manusia tidak berkuasa menentukan dan menetapkan jalannya, tetapi Tuhan. Sebab itu jika kita menyimpang dari jalan Tuhan, itu membuktikan ketidaktaatan kita terhadap Firman Tuhan. Hari-hari ini kita mintalah kepada Tuhan untuk mengubahkan kita agar menjadi orang yang bijaksana dalam keluarga dan pekerjaan, agar kita dapat melewati hari-hari yang ada dengan ucapan syukur.

 

Jika Firman itu ada dalam hati kita dan menjadi rhema, maka apapun yang terjadi dalam dunia ini, tidak akan membuat kita mundur tetapi semakin sungguh-sungguh mencari, mengikut dan melayani Tuhan.

 

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *