Jumat, 03 Desember 2021

A GIFT FROM GOD (3)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Titus 2:1-15

 

Ayat Hafalan: yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.Titus 2:13

 

Ketika Tuhan turun ke dunia dan menjadi manusia, Dia yang ‘tidak terbatas’, kini menjadi terbatas. Dibatasi oleh fisik manusia yang lemah. Selama lebih dari tiga dekade, otoritasnya yang tidak terbatas menjadi terbatas sesuai dengan kemampuan manusia.

 

Pernahkah Anda berpikir, apakah Tuhan Yesus saat itu tergoda untuk menggunakan kembali otoritas-Nya sebagai Tuhan? Di tengah perjalanan panjangnya, apakah Beliau pernah mempertimbangkan untuk melakukan teleportasi ke kota selanjutnya tanpa perlu lelah berjalan kaki?

 

Saat hujan membekukan tulangnya, apakah Beliau pernah tergoda untuk merubah cuaca dengan kemampuan-Nya? Ketika panas menyengat, apakah Beliau pernah berpikir untuk mampir ke tempat yang nyaman dan menikmati minuman segar?

 

Jika memang saat itu Tuhan Yesus pernah memiliki pikiran seperti itu, Beliau tidak pernah menyerah pada hal tersebut, dan hal itu tidak pernah dicatat dalam Alkitab sekalipun. Pikirkan tentang ini. Kristus tidak pernah sekalipun menggunakan kekuatan supranatural-Nya untuk kenyamanan pribadi-Nya.

 

Kita tahu bahwa Tuhan Yesus bisa mengubah tanah yang keras menjadi tempat tidur yang empuk dengan satu kata, tapi Beliau tidak pernah melakukannya. Dengan membalik telapak tangan-Nya, Tuhan Yesus bisa membantah tuduhan orang-orang Farisi yang dilayangkan kepada-Nya, tetapi Beliau tidak melakukannya. Dengan kedipan mata-Nya, bisa saja Beliau  melumpuhkan tangan prajurit yang mengenakan mahkota duri kepada-Nya, tapi tetap Tuhan tidak melakukannya.

 

Apakah Anda tahu hal paling keren tentang kenapa Tuhan datang ke dunia ini dan menjadi manusia?

 

Bukannya Dia tidak bisa melakukan semua itu dari Surga, namun Yesus tetap mentaati rencana Bapa-Nya demi keselamatan seluruh umat manusia yang Ia kasihi. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,” (Yohanes 3:16).

 

Beliau tidak hanya menjalani penderitaan, dan siksaan, tetapi Beliau harus menjalani kematian dan dikuburkan selama tiga hari untuk mengalahkan maut. Hal ini dilakukanNya agar kita tidak lagi mengalami penderitaan, siksaan, dan kematian kekal. Sebaliknya, Beliau menganugerahkan keselamatan dan hidup yang kekal kepada kita. Bukan kepada kalangan tertentu saja, bukan kepada orang kaya saja, bukan kepada suku tertentu saja, tetapi Beliau menganugrahkan kepada semua manusia di muka bumi ini. Semua siapapun, latar belakang apapun, kedudukan apapun, suku apapun semua dikasihi-Nya. Mungkin saat ini kita merasa diri sebagai orang yang terabaikan, disepelekan, tidak dianggap dan dipandang rendah oleh orang lain. Jangan berkecil hati dan putus asa! Bapa di Surga sangat mempedulikan kita dengan memberikan Yesus Kristus sebagai hadiah terbesar, termahal, terbaik dan terindah bagi kita. Berbicara tentang hadiah seringkali pikiran kita hanya tertuju pada berkat materi semata, seperti barang berharga, uang, mobil, rumah dan sebagainya. Padahal Yesus Kristus adalah sumber berkat, segala kuasa ada di tangan-Nya “Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”  (Filipi 2:9-11). Pertanyaannya sekarang, maukah anda menerima “Hadiah” ini?

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *