Kamis, 02 Desember 2021

A GIFT FROM GOD (2)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Ratapan 3:1-66

 

Ayat Hafalan: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!Ratapan 3:22-23

 

Di saat semua berjalan dengan baik dan lancar, sering kali kita tidak menyadari betapa besar anugerah Tuhan dalam hidup kita. Bahkan kita mungkin menjadi terlalu percaya diri. Kita mengira bahwa semua adalah hasil dari usaha, kemampuan, dan jerih payah kita. Sampai saat Tuhan mengizinkan kita mengalami ujian hidup, barulah kita merasa begitu tidak berdaya dan tidak ada satu pun yang kita miliki bisa membantu kita. Ketika itulah, kita mulai berpaling pada Tuhan, satu-satunya yang bisa kita andalkan.

 

Dalam salah satu surat Paulus, ia pun menyebutkan suatu kelemahan yang tak tertahankan dalam dirinya. Ia menyebutnya sebagai duri dalam daging. Namun, meski Tuhan tidak kunjung mengangkat duri itu dari Paulus, hal itu tidak membuatnya kecewa. Paulus memahami, Tuhan menggunakan kelemahannya untuk mengenyahkan kesombongan dan kecemaran dalam hidupnya. Membuatnya bergantung penuh pada Tuhan dan hanya berharap pada kemurahan-Nya. Ia pun menyadari, justru kelemahannya membuat kuasa Tuhan semakin terlihat nyata dalam hidupnya.

 

Ya, penderitaan adalah bara api yang Tuhan gunakan untuk memurnikan dan menguatkan kita. Justru dalam penderitaan dan kesusahanlah, Tuhan terasa sangat dekat dengan kita. Bersukacitalah bukan karena apa yang kita miliki sekarang, tetapi karena ada Tuhan Yesus bersama dengan kita. Hati yang mencintai dan mengutamakan Tuhan lebih dari segala sesuatu; hati yang haus dan lapar akan Tuhan; yang berharap dan percaya penuh hanya kepada Tuhan; kualitas hati seperti ini yang akan menyentuh dan menggetarkan hati Tuhan. Sesungguhnya, inilah saat yang Dia nantikan. Saat hati kita benar-benar hanya tertuju dan berharap kepada-Nya, kemurahan dan anugerah Tuhan akan tercurah berlimpah-limpah dalam hidup kita.

 

Jika kita dapat menjalani hari-hari hingga detik ini dan bisa menikmati berkat-berkatNya itu semua adalah karena anugerahNya semata. Kalau bukan karena tangan Tuhan yang menuntun dan menopang, kita pasti tidak memiliki kesanggupan untuk menjalani dan melewati hari-hari yang berat ini. Karena itu kita pun harus berkeyakinan bahwa di hari-hari mendatang Tuhan pasti tetap menyertai dan terus melanjutkan perbuatan baikNya atas kita. “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Filipi 1:6).

 

Tuhan Yesus sungguh baik dan sangat baik, sebab selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anakNya.  Bapa kita di dunia ini saja tidak akan pernah memberi batu kepada anaknya jika meminta roti, atau memberi ular jika ia meminta ikan. “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Matius 7:11). Bahkan Alkitab menegaskan bahwa berkat yang disediakan Tuhan bagi kita adalah berkat yang selalu baru setiap pagi, bukan berkat yang sia-sia, apalagi basi. Tertulis: “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23). Inilah janji Tuhan yang harus kita pegang seumur hidup kita: kasih setia Tuhan tidak berkesudahan dan rahmatNya pun tak ada habisnya. Haleluya!

 

Berhentilah untuk mengeluh dan bersungut-sungut! “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.” (Efesus 5:20), sebab pertolongan dan berkat Tuhan pasti datang tepat pada waktunya.  Kalau bapa kita di dunia pernah dan seringkali mengecewakan anaknya, tidak demikian dengan bapa di sorga, tak pernah mengecewakan dan selalu memberi yang terbaik.  Justru kitalah yang seringkali mengecewakanNya.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *