Minggu, 12 Juli 2020

KUASA DALAM PERKATAAN (12)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Bilangan 13; 14

 

Ayat Hafalan: “Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.” Bilangan 14:24

 

 

Serombongan katak sedang mengadakan perpindahan menuju tempat pemukiman yang baru ditengah hujan yang deras. Ditengah perjalanan, dua ekor katak terjerumus ke dalam lubang. Semua katak spontan menghentikan perjalanannya dan mencoba menolong kedua katak yang terperosok tadi, ketika dilihat bahwa lubang tersebut ternyata amat dalam, hampir semua katak berpendapat bahwa kedua temannya itu tipis harapan untuk tetap hidup.

Kedua katak yang terperosok itu berusaha melompat untuk keluar dari lubang tersebut, tetapi mereka terus diteriaki bahwa percuma saja melakukan usaha tersebut, karena rasanya mustahil untuk bisa keluar dari lubang itu. Salah satu katak terpengaruh oleh suara-suara teman-temannya, ia melompat sekali lagi, jatuh lalu mati. Tinggal satu katak lagi yang terus menerus melompat. Ketika teriakan untuk berhenti berusaha semakin keras terdengar, ia justru semakin bersemangat melompat, akhirnya katak itu berhasil keluar dari lubang tersebut.

 

Teman-teman katak itu segera saja mengerumuninya, ketika ditanya kenapa ia terus saja melompat saat diteriaki untuk menyerah, si katak ini hanya menyampaikan terima kasih. Lho? Setelah diteliti, ternyata katak ini adalah katak yang tuli, teriakan teman-temannya itu dianggapnya adalah teriakan yang menyemangatinya untuk terus berusaha dan tidak menyerah dengan keadaannya, dan itu yang membuatnya terus melompat semakin tinggi lagi, dan akhirnya ia berhasil terbebas dari maut.

 

Kisah ini menekankan pentingnya kata-kata yang keluar dari mulut seseorang, apalagi kata-kata yang memotivasi, sebaliknya hati-hati dengan kata-kata yang mematikan semangat dan memadamkan harapan, katak yang gagal adalah katak yang terpengaruh dengan kata-kata yang melemahkan semangat, katak yang satu lagi selamat karena merasa dipacu semangatnya.

 

Sejarah bangsa Israel telah memberikan pelajaran berharga buat kita semua (Bilangan 13 dan 14), karena membuka hati dan telinga terhadap perkataan yang menjatuhkan, satu angkatan bangsa Israel (usia 20 tahun ke atas) “dikutuk” Tuhan, tidak akan masuk tanah Kanaan, mati dipadang belantara, bahkan 10 pengintai yang menyebarkan berita yang menjatuhkan, mati kena tulah (Bilangan 14:37). Sebaliknya kita harus membuka lebar-lebar hati kita dengan perkataan yang membangun dan menguatkan iman kita, isi hati kita dengan kata-kata Hikmat dari Firman Tuhan, kata-kata yang menyemangati hidup kita, menyemangati perjuangan kita, membuat kita “melompat keluar dari masalah-masalah kita.” Tuhan menyediakan berkat yang luar biasa bagi kita semua (ayat 24). Selamat berjuang dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati.

 

Minggu, 12 Juli 2020

KUASA DALAM PERKATAAN (12)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Bilangan 13; 14

 

Ayat Hafalan: “Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.” Bilangan 14:24

 

 

Serombongan katak sedang mengadakan perpindahan menuju tempat pemukiman yang baru ditengah hujan yang deras. Ditengah perjalanan, dua ekor katak terjerumus ke dalam lubang. Semua katak spontan menghentikan perjalanannya dan mencoba menolong kedua katak yang terperosok tadi, ketika dilihat bahwa lubang tersebut ternyata amat dalam, hampir semua katak berpendapat bahwa kedua temannya itu tipis harapan untuk tetap hidup.

Kedua katak yang terperosok itu berusaha melompat untuk keluar dari lubang tersebut, tetapi mereka terus diteriaki bahwa percuma saja melakukan usaha tersebut, karena rasanya mustahil untuk bisa keluar dari lubang itu. Salah satu katak terpengaruh oleh suara-suara teman-temannya, ia melompat sekali lagi, jatuh lalu mati. Tinggal satu katak lagi yang terus menerus melompat. Ketika teriakan untuk berhenti berusaha semakin keras terdengar, ia justru semakin bersemangat melompat, akhirnya katak itu berhasil keluar dari lubang tersebut.

 

Teman-teman katak itu segera saja mengerumuninya, ketika ditanya kenapa ia terus saja melompat saat diteriaki untuk menyerah, si katak ini hanya menyampaikan terima kasih. Lho? Setelah diteliti, ternyata katak ini adalah katak yang tuli, teriakan teman-temannya itu dianggapnya adalah teriakan yang menyemangatinya untuk terus berusaha dan tidak menyerah dengan keadaannya, dan itu yang membuatnya terus melompat semakin tinggi lagi, dan akhirnya ia berhasil terbebas dari maut.

 

Kisah ini menekankan pentingnya kata-kata yang keluar dari mulut seseorang, apalagi kata-kata yang memotivasi, sebaliknya hati-hati dengan kata-kata yang mematikan semangat dan memadamkan harapan, katak yang gagal adalah katak yang terpengaruh dengan kata-kata yang melemahkan semangat, katak yang satu lagi selamat karena merasa dipacu semangatnya.

 

Sejarah bangsa Israel telah memberikan pelajaran berharga buat kita semua (Bilangan 13 dan 14), karena membuka hati dan telinga terhadap perkataan yang menjatuhkan, satu angkatan bangsa Israel (usia 20 tahun ke atas) “dikutuk” Tuhan, tidak akan masuk tanah Kanaan, mati dipadang belantara, bahkan 10 pengintai yang menyebarkan berita yang menjatuhkan, mati kena tulah (Bilangan 14:37). Sebaliknya kita harus membuka lebar-lebar hati kita dengan perkataan yang membangun dan menguatkan iman kita, isi hati kita dengan kata-kata Hikmat dari Firman Tuhan, kata-kata yang menyemangati hidup kita, menyemangati perjuangan kita, membuat kita “melompat keluar dari masalah-masalah kita.” Tuhan menyediakan berkat yang luar biasa bagi kita semua (ayat 24). Selamat berjuang dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati.

 

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *