Kamis, 19 Maret 2020

TUHAN BISA MEMAKAI SIAPA SAJA

Ayat Bacaan Hari ini: Amos 5:14-17

Ayat Hafalan: “Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf.” Amos 5:15

Amos, bagi orang lain, tidak diperhitungkan dan kurang dianggap, karena ia bukanlah dari golongan nabi, melainkan hanya peternak dan pemungut buah ara di hutan (Amos 7:14). Ia pun tinggal di sebuah desa kecil bernama Tekoa (wilayah Yehuda). Itulah sebabnya Amos sering disebut penggembala dari Tekoa atau peladang pohon ara dari selatan.

Meski berasal dari kalangan ‘bawah atau rendahan’ bukan berarti Amos tidak punya kesempatan dan tidak layak untuk dipakai Tuhan sebagai alat kemuliaan-Nya, sebab Tuhan tidak pernah memilih seseorang dari sisi fisik (tampang), kepintaran, kekayaan atau jabatan. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7b). Justru dari kesederhanaannya ini Tuhan memilih Amos sebagai penyambung lidah-Nya untuk menyatakan kebenaran  “…apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,” (1 Korintus 1:27-28). Kita tak perlu merasa rendah diri, minder atau merasa tidak layak! Setiap orang percaya memiliki kesempatan yang sama untuk dipakai Tuhan sebagai alat kemuliaan-Nya. Tuhan bisa memakai siapa saja untuk dipercaya dalam sebuah pelayanan, karena Ia melihat hati dan ketaatannya.

“Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” (2 Timotius 2:21). Tuhan memilih Amos untuk sebuah rencana besar yaitu menyampaikan pesan penting berupa teguran dan peringatan kepada bangsa Israel bagian utara, yang pada waktu itu sedang berada di puncak kejayaan, tapi hidup menyimpang dari kebenaran.

Kesimpulan: Ingin dipercaya Tuhan seperti Amos?  Milikilah sikap hati yang benar dan sucikan diri.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *