Senin, 18 Januari 2021

TUBUHMU ADALAH BAITNYA TUHAN (1)

 

Ayat Bacaan hari ini: Filipi 4:1-23

 

Ayat Hafalan: Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Filipi 4:8

 

Beberapa waktu yang lalu seorang pria sedang memeriksa kesehatannya di salah satu rumah sakit dekat rumah di mana ia tinggal. Ketika dia sudah mendapat giliran untuk konsultasi mengenai penyakit yang ia derita, ia pun bertanya kepada Dokter. Ia menanyakan seputar apa saja yang harus dilakukan, mulai dari makanan yang harus dihindari dan makanan yang harus dikonsumsi. Si Pria ini ini pun mengangguk dengan menyetujui semua masukan dari Dokter.

Namun di akhir dari sesi konsultasi, si Dokter pun, mengatakan, supaya si pria ini menjaga pikiran, supaya tidak terlalu stres, dengan demikian tidak memicu penyakit yang lain, bahkan dapat berpotensi untuk mengganggu penyakit maag yang ia derita.

 

Sepintas kita melihat dari cerita di atas bahwa, pikiran memainkan peran penting dalam kesehatan si pria tersebut. Dokter merasa bahwa pikiran pun bisa membuat dan memicu penyakit maag bisa lebih parah. Menjaga pikiran juga adalah sama pentingnya dengan menjaga pola makan dari si pria tersebut. Sebagai orang Kristen kita pun harus menjaga pikiran kita supaya tetap berada dalam kerangka Kristus. Menjaga pikiran supaya tidak membiarkan dia liar dan tidak terkendali.

 

Kita adalah apa yang kita pikiran (we are what we think), artinya bahwa pikiran kita adalah gambaran siapa kita dan kepribadian kita. Paulus mengingatkan orang-orang Kristen yang ada di Filipi untuk memikirkan apa saja yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, kebajikan, yang terpuji (Filipi 4:8). Paulus tidak melarang mereka supaya tidak menggunakan pikiran mereka, melainkan supaya mereka menggunakannya, dan berpikir tentang hal-hal yang baik dan menyehatkan bagi pikiran.

 

Paulus melihat bahwa memikirkan hal-hal yang berbau kudus, baik, positif, bernilai tinggi adalah sesuatu yang amat penting bagi seorang Kristen. Paulus tentu ingin menghindarkan jemaat di Filipi memiliki pikiran yang pada akhirnya menunjukkan mereka bukan orang Kristen sejati.

Paulus tidak ingin, pikiran Kristus yang dia sampaikan di pasal 2 bertolak belakang dengan apa yang dia sampaikan di pasal 4, di mana dia menghendaki bahwa supaya umat Tuhan memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus.

 

Jika kita perhatikan baik-baik apa yang disebutkan oleh rasul Paulus, maka kita boleh menarik kesimpulan bahwa kedelapan poin tersebut adalah inti pikiran seorang Kristen yang benar dan berkenan di hadapan Allah. Jika seorang Dokter dapat melihat bahwa, pikiran yang membuat kita stress pada akhirnya bisa memicu dan membuat penyakit-penyakit tertentu semakin parah, maka sangat tepat supaya untuk menjaganya supaya bisa tenang dan tidak terlalu dibebani dengan terlalu berat.

 

Paulus bukan dokter yang hanya menyarankan supaya berguna untuk kesehatan kita, namun juga untuk kesehatan iman, hati dan batin kita. Lawan dari hal-hal yang disampaikan oleh Paulus bisa jadi hal-hal yang buruk, tidak kudus, jorok, najis, minder, merasa lemah dan sebagainya, yang bertolak belakang dengan 8 poin tersebut. (Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *