Selasa, 22 Juni 2021

TUBUH MANUSIA (2)

 

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Korintus 3:1-23

 

Ayat Hafalan: Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. 1 Korintus 3:17

 

(Sambungan…)

 

2.) Sebagaimana Allah adalah suci, bait Allah juga harus suci/kudus

 

Allah hanya mau tinggal di bait-Nya yang suci. Jikalau tubuh kita yang adalah bait Allah dalam keadaan najis, bagaimana Allah mau tinggal di dalamnya? Sebagaimana seorang pemilik rumah menginginkan rumah yang ditempatinya bersih, Allah juga mau agar bait-Nya, yaitu tubuh kita dalam keadaan suci, bersih dan tidak kotor.

Ada banyak hal yang dapat mengotori diri kita sebagai bait Allah. Kedengkian, kemunafikan, dendam, kepahitan, kesombongan, iri hati, perseteruan, keserakahan, fitnah, kedegilan, perzinahan, kegeraman dan masih banyak hal lainnya yang dapat mengotori diri kita sebagai bait Allah. Jangan sampai kita mengotori bait Allah yaitu diri kita dengan hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah. Sebagai manusia baru di dalam Kristus, marilah kita menanggalkan perbuatan manusia lama itu dan melakukan apa yang berkenan di hadapan Allah.

 

Rasul Paulus berbicara tentang pembaharuan budi, perubahan diri. Dia mengatakan: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2). Kehidupan Kristen adalah suatu proses perubahan dan pembaharuan diri dari hari ke hari menjadi semakin serupa dengan Kristus. Allah mau diri kita semakin diperbaharui, semakin disucikan dari hari ke hari. Semakin seseorang mengijinkan Roh Kudus memimpin kehidupannya, semakin hidupnya juga disucikan oleh Allah. Allah mau bait-Nya, yaitu diri kita semakin disucikan dan dikuduskan.

 

3.) Allah harus berkuasa atau berotoritas di dalam Bait-Nya

 

Sebagaimana seorang tuan rumah berkuasa di dalam rumahnya sendiri, begitu juga Allah harus berkuasa dan bertahta di dalam bait-Nya, yaitu diri manusia. Allah harus bertahta dan berotoritas di dalam hati kita. Allah harus bertahta dan berotoritas di atas keinginan-keinginan kita. Allah harus bertahta dan berotoritas di atas pikiran-pikiran kita. Allah harus bertahta dan berotoritas di atas tindakan-tindakan kita. Allah harus bertahta dan berotoritas di atas ketakutan kita.

 

Tubuh manusia adalah medan pertempuran. Medan pertempuran antara kehendak Allah dan kehendak iblis/duniawi. Medan pertempuran antara kebenaran dan kejahatan. Allah memberikan manusia kebebasan untuk memilih. Memilih untuk melakukan kehendak Allah atau melakukan keinginan duniawi. Memilih untuk melakukan kebenaran atau kejahatan. Hal itu semuanya kembali lagi pada keputusan manusia. Sebagaimana diri manusia adalah bait Allah, Allah harus berkuasa dan berotoritas di dalam kehidupan kita. Kehidupan yang dikuasai oleh Allah adalah kehidupan yang menuju kepada kemerdekaan dan kebebasan. Sebaliknya, kehidupan yang dikuasai iblis dan keinginan duniawi adalah kehidupan yang diperbudak dan menuju kepada kebinasaan.

Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan ketika diri manusia disebut sebagai bait Allah, tempat Allah berdiam. Oleh sebab itu, kehidupan orang percaya harus mencerminkan bahwa dirinya adalah bait Allah, di mana Allah berdiam dan berkuasa di dalamnya. Janganlah lupa bahwa diri kita sangat berharga di “mata Allah”. Tidak penting apa pandangan orang lain terhadap kita, karena bagi Allah diri kita adalah bait-Nya, tempat Dia berdiam.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *