Selasa, 01 Desember 2020

TRANSFORMASI DI DALAM PUJIAN PENYEMBAHAN (1)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 95:1-11

 

Ayat Hafalan: “Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.” Mazmur 95:1

 

Shalom jemaat Imamat Rajani yang dikasihi Tuhan. Tidak terasa, oleh anugerah Tuhan Yesus, kita memasuki bulan yang terakhir di tahun 2020 ini. Penyertaan dan perlindungan Tuhan sangat sempurna atas kehidupan kita, sehingga kita bisa menikmati hidup dan bertahan ditengah situasi dunia yang tidak menentu saat ini. Bulan ini kita akan bersama-sama belajar tentang bagaimana mengalami transformasi didalam pujian dan penyembahan. Ingat satu hal, bahwa kita diciptakan untuk memuji dan menyembah Tuhan. Karena itu, mari membuka hati serta pikiran kita untuk menerima pengajaran-pengajaran yang baru di sepanjang bulan Desember ini, agar setiap benih Firman Tuhan yang ditabur didalam setiap renungan harian tidak akan kembali dengan sia-sia, melainkan bertumbuh serta berbuah di dalam kehidupan kita semua jemaat Imamat Rajani yang dikasih Tuhan Yesus.

 

Kita akan mulai dengan sebuah kisah nyata. Pada suatu hari ada seorang bapak pergi ke gereja bersama dengan keluarganya. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah setelah ibadah, bapak itu mulai mengeluh. Bapak itu berkata: “Aduh tadi di gereja musiknya terlalu keras. Penyanyinya tidak kedengaran. Khotbahnya panjang sekali. Warta jemaatnya juga banyak. Belum lagi gedungnya panas. Orang-orangnya tidak ramah”. Sang bapak itu terus mengeluh tentang hal-hal yang lainnya.

 

Cerita seperti ini sangat mungkin kita lakukan dalam hidup kita. Ada orang-orang yang melihat ibadah sebagai sebuah show di mana kita harus mendapatkan entertaintment. Orang-orang tersebut melihat dirinya sebagai suporter dari kebaktian gereja. Di zaman sekarang yang konsumtif ada juga orang yang menganggap dirinya sebagai konsumen di dalam kebaktian gereja. ‘Kalau tidak cocok di sini yah saya cari gereja yang lain’. Tentu ini bukan berarti tidak boleh ada perbaikan-perbaikan di dalam ibadah. Yang saya ingin tekankan adalah setiap kita harus merenungkan pertanyaan-pertanyaan ini: “Mengapa saya datang beribadah di gereja? Untuk siapa saya datang tiap minggu ke gereja?”

 

Jika kita datang ke ibadah di gereja, sangatlah penting kita menyadari bahwa Tuhanlah yang mengundang kita untuk datang kepadaNya di RumahNya. Seperti didalam Mazmur 95 yang dimulai dengan perkataan: “Marilah”. Ini adalah sebuah undangan! Lebih kuat lagi ini adalah sebuah dorongan. Ayo! Marilah! Tuhan merindukan berjumpa dengan kita anak-anakNya di dalam ibadah. Mazmur 95 berbicara tentang undangan Allah bagi umatNya untuk beribadah. Isi undangan ini adalah BBM: Bersorak, Berlutut, Mendengarkan. Bersama – sama kita akan membahasnya:

 

1. Undangan untuk Bersorak (Pujian) (ayat 1-5).

Marilah kita tetap membuka bagian Mazmur 95 ini. Dari ayat 1-5 kita menemukan 4 ciri khas dari ibadah:

 

a. Ibadah bersifat kolektif

 

Di ayat 1-2 kita membaca: “Marilah kita…”

Di dalam ibadah, kita berkumpul bersama sebagai persekutuan, anak-anak dari satu Bapa.

Di banyak tempat orang-orang dapat berkumpul bersama. Misalnya: orang berkumpul bersama-sama menyaksikan pertandingan sepakbola, orang duduk bersama di bis kota, orang berdiri bersama di lift, orang berjejer berbaring di pantai. Tetapi bersama-sama di dalam gereja mempunyai arti yang berbeda. Kita dipersekutukan sebagai saudara-saudari. Kita adalah satu darah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita sama-sama ditebus oleh darah yang sama yaitu darah Tuhan Yesus di atas kayu salib.

(Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *