Kamis, 06 Agustus 2020

TRANSFORMASI DI DALAM BISNIS (6)

Ayat Bacaan Hari ini: Maleakhi 3:1-18

Ayat hafalan: Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam. Maleakhi 3:11-12

 ( Sambungan…)

Dalam Maleakhi 3:10 berbicara tentang prinsip prioritas dalam bisnis, yaitu mengembalikan perpuluhan. Saat kita mengembalikan perpuluhan ke rumah Tuhan maka ada proteksi dari Tuhan kepada harta kekayaan kita, “Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.” Malekahi 3:11. Perlindungan Tuhan bukan bicara soal uang yang kita kembalikan ke rumah Tuhan tetapi berbicara soal ketaatan kita melakukan perintah Tuhan. Perpuluhan juga berbicara tentang mendeklarasikan bahwa hidup kita tidak dikuasai oleh mammon.Saat kita memuliakan Tuhan dengan harta kita maka lumbung-lumbung kita akan diisi Tuhan penuh (Amsal 3: 9-10)

 

  1. Prinsip Tabur Tuai

“Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.” Kejadian 8:22. Itu adalah hukum yang berlaku di bumi. “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya…Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” Galatia 6:7,9.

Ada waktu menabur dan menuai. Jika kita menabur kebaikan kita akan menuai kebaikan, jika kita menabur doa kita akan menerima doa, jika kita menabur uang kita akan menerima uang. Saat kita menabur maka kita akan diberkati Tuhan sampai berlebih dan orang sekitar akan menikmati apa yang kita dapat dari Tuhan. Lukas 6:38.

“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” Amsal 11:24. Itulah Hukum yang berlaku di dalam Tuhan. Menyebar harta bukan berarti boros mengunakan uang tetapi kita harus smart menggunakan uang. Sebarlah harta dengan didasari kebenaran, menyebar harta tanpa kebenaran Firman Tuhan itu sama saja menggali lubang sendiri. Kalau kita menyerbar harta sesuai kebenaran Firman Tuhan maka harta kita tidak akan habis. ( 2 Korintus 9:10 )

 

  1. Prinsip Urapan

“Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap.” Kitab Yesaya 10 ayat 27 ini berbicara tentang dominasi Asyur kepada Isarel. Kuk berbicara tentang perbudakan, perbudakan hutang. Yang menghancurkan kuk adalah anointing , urapan. Kita perlu urapan Allah untuk berhasil dalam usaha kita. Saat ada urapan bukan sekedar keberhasilan biasa saja yang kita alami, tetapi keberhasilan yang luar biasa.

 

  1. Prinsip Kerja

Kita akan belajar dari semut untuk mencapai keberhasilan bisnis dan usaha. Ada 4 hal yang bisa kita pelajari dari semut ‘ANTS’. A=Attitude of initiative (semut tidak perlu diperintah untuk memulai pekerjaannya), N=Nature of Integrity (Semut bekerja denganm setia dan penuh integritas, tidak perlu pengawas untuk memastikan semua pekerjaannya dengan baik), T=Thirst for Industry (Semut akan bekerja keras dan akan segera membangun rumahnya kembali jika runtuh), S=source of Insight (Semut akan menyimpan makanan pada musim panas).  “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.” Amsal 12:27. Kerjakan apa yang bisa dikerjakan sekarang jangan menunggu hari esok.

 

 

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *