Senin, 03 Agustus 2020

TRANSFORMASI DI DALAM BISNIS (3)

Ayat Bacaan Hari ini: Imamat 25:1-55

Ayat Hafalan: “Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu. Imamat 25:35

( Sambungan…)

  1.  Jangan ‘Membungakan’ Uang

“Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu. Janganlah engkau mengambil “bunga uang atau riba” dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu. Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kauberikan dengan meminta riba. Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan kepadamu tanah Kanaan, supaya Aku menjadi Allahmu.” Imamat 25:35-38

Keselamatan yang Yesus berikan adalah cuma-cuma. Prinsip kasih inilah yang menjadi dasar dari kehidupan-Nya. Belaskasihan, kebaikan, rahmat dan anugrahnya telah mengalahkan rasa cinta diri. “Berkorban bagi yang tidak layak adalah inti dari kasih,” maka prinsip ini biarlah tercermin dalam diri umat-umat-Nya. Daud berkata bahwa yang boleh tinggal dalam kemah dan gunungNya yang kudus adalah orang:

“yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.” Mazmur 15: 5

  1.  Membangun Tabiat di Atas Yesus , Batu Karang yang teguh

Suatu tabiat yang lebih berkenan kepada Allah harus lebih digemari daripada kekayaan. Kita diperintahkan untuk lebih mengasihi Allah, dan mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri; tetapi pengalaman hidup sehari-hari menunjukkan bahwa hukum tersebut tidak diindahkan. Banyak yang berdalih bahwa kecuali mereka lihai, dan berusaha menguntungkan diri mereka, mereka akan mengalami kerugian. Allah memberi pahala tidaklah dengan keberhasilan dunia semata.

Kejujuran dalam perjanjian dan integritas moral akan diperkenankan Allah, dan menjadikan pria dan wanita menjadi berkat bagi diri mereka sendiri dan bagi masyarakat. Tetapi mustahil untuk menjaga suatu hati nurani yang bersih dan setuju dengan kehendak sorga tanpa pertolongan Ilahi serta suatu prinsip yang menyukai kejujuran demi kebenaran.

  1.  Muliakanlah Allah Dalam Kesederhanaan

Uang yang digunakan untuk mengagung-agungkan diri, berinvestasi dalam bentuk bangunan yang megah dan barang mewah, telah membangkitkan kecemburuan orang lain. Tuhan tidak mengijinkan kita melewati batas. Tidak banyak yang memahami sebab-sebab keadaan masyarakat saat ini. Keadaan semacam inilah yang membuat tidak sanggup mengatasi masalah korupsi moral, kemiskinan, dan kejahatan yang meningkat. Jika kita mau lebih memperhatikan Firman Allah, mereka akan menemukan suatu solusi atas masalah-masalah yang membingungkan ini.( Filipi 2:3-7) ( Bersambung … )

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *