Minggu, 02 Agustus 2020

TRANSFORMASI DI DALAM BISNIS (2)

Ayat Bacaan Hari ini: Ulangan 24:6-22

Ayat Hafalan: Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai. Ulangan 24:17

(Sambungan…)

Orang-orang yang memperkaya diri mereka di atas kerugian orang lain akan menjadikan jiwa mereka tidak peka terhadap pengaruh Roh Allah. Pendapatan yang diperoleh dengan cara-cara yang demikian adalah suatu kutuk yang mengerikan. Adalah lebih baik miskin daripada berdusta, lebih baik lapar daripada menipu, lebih baik mati daripada berbuat dosa. Sifat royal, ketamakan, pemerasan yang dimanjakan oleh mereka yang mengaku saleh, sedang mencemari iman mereka, dan membinasakan kerohanian mereka.

Gereja berada dalam suatu tingkat tanggung jawab yang besar atas dosa-dosa anggota jemaat-Nya. Jemaat memberikan tempat kepada kejahatan jika gagal mengangkat suara-Nya terhadap hal itu. Pengaruh yang paling ditakuti bukanlah para penantang yang terbuka, bukan orang-orang kafir, dan para penghujat, melainkan para “Guru besar Kristus yang tidak konsisten.” Inilah orang-orang yang menahan berkat Allah kepada umat-Nya.

Dunia usaha tidak terletak di luar batas-batas pemerintahan Allah. Tuntutan-tuntutan-Nya harus diketahui dan dipatuhi dalam setiap tindakan kehidupan. Mereka yang memiliki harta sejati dalam segala urusan bisnis mereka akan menunjukkan persepsi kebenaran yang jelas sama seperti ketika mempersembahkan permohonan-permohonan mereka kepada takhta kasih karunia.

“Jika hatimu jujur kepada Allah, engkau tidak akan menggelapkan apa yang menjadi milik Tuhan dan tidak akan menginvestasikannya dalam kegaitan-kegiatan usahamu sendiri yang mementingkan diri.”

  1. Jangan Pernah Mengambil Keuntungan Dari ‘Kemalangan’ Orang Lain.

Allah tidak menyetujui kebijakan yang akan memperkaya satu golongan melalui penindasan dan kesengsaraan orang lain. Mereka yang mau mengambil keuntungan dari kemalangan orang lain guna memperkaya diri mereka, atau yang berusaha menguntungkan diri mereka melalui kelemahan atau ketidakmampuan orang lain, adalah para pelanggar baik terhadap prinsip maupun terhadap perintah dari Firman Allah.

“Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai.” (Ulangan 24:17). “Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli daripadanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain”

“Celakalah dia yang membangun istananya berdasarkan ketidakadilan dan anjungnya berdasarkan kelaliman, yang mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma dan tidak memberikan upahnya kepadanya.” Yeremia 22:13

 

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *