Sabtu, 01 Agustus 2020

TRANSFORMASI DI DALAM BISNIS (1)

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Timotius 6:1-21

Ayat Hafalan: Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 1 Timotius 6:10

Jemaat Imamat Rajani, oleh anugrah Tuhan Yesus, hari ini kita memasuki bulan yang baru, yaitu bulan Agustus tahun 2020. Sepanjang bulan ini, kita akan belajar bagaimana cara Tuhan untuk memulihkan dan memberkati bisnis/pekerjaan yang kita lakukan. Seperti yang kita ketahui, pandemic COVID-19 telah memukul ekonomi banyak orang, bahkan negara seperti Singapura dan Korea Selatan mengumumkan krisis ekonomi yang terjadi di dalam negera mereka. Tapi tenang, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang penuh kasih dan adil. Waktu Tuhan mengijinkan kita semua masuk ke dalam keadaan “resesi’, Tuhan pasti juga membuka jalan mujizat untuk memulihkan keadaan ekonomi kita. Mari bersama kita membuka hati agar Firman Tuhan yang ditabur di dalam renungan-renungan sepanjang bulan Agustus ini tidak kembali dengan sia-sia, tetapi akan bertumbuh dan menjadikan setiap kita umat yang lebih dari pemenang.

Sebagai orang Kristen, kita tidak boleh mengatur tindakan kita dengan standar dunia. Di segala zaman umat Tuhan berbeda dari dunia sama seperti pengakuan mereka adalah lebih tinggi daripada pengakuan orang yang tidak mengenal Tuhan. Uang bukan dosa, tetapi “cinta akan uang“ adalah akar dari segala kejahatan (1 Timotius 6: 10). Hasrat akan keuntungan adalah hawa nafsu yang sedang merajalela. Jika kekayaan tidak dapat diperoleh melalui kejujuran, manusia berusaha memperolehnya dengan cara menipu. Semuanya ini dilakukan agar orang kaya boleh mendukung keroyalan mereka, atau memanjakan hasrat mereka untuk menimbun kekayaan.

“Dunia sedang merampok Allah dengan rencana besar-besaran. Makin banyak Allah memberikan kekayaan, makin gigih manusia mengakui harta itu sebagai ‘milik mereka sendiri’ dan digunakan sesuai dengan keinginan mereka. Tetapi apakah orang-orang yang mengaku pengikut-pengikut Kristus mengikuti kebiasaan adat dunia? Apakah kita akan menyita kedamaian angan-angan hati, hubungan dengan Allah, persekutuan dengan saudara-saudara karena kita gagal memberikan bagi pekerjaan-Nya bagian yang Ia tuntut sebagai milik-Nya? Jikalau Tuhan telah memberkati kita dengan kekayaan janganlah menganggap kekayaan itu sebagai ‘milikmu sendiri.’ Anggaplah kekayaan itu hanya dipercayakan Allah kepada kita.”

Bagaimana caranya memiliki integritas di dalam bisnis/pekerjaan?

  1. Jujur Dalam Usaha

Kristus berusaha menanamkan kesan kepada para pendengar-Nya bahwa seseorang yang berupaya menipu sesamanya dalam hal terkecil sekalipun akan berimbas pada perkara-perkara yang besar. Ketidakjujuran yang terkecil akan menyiapkan hati untuk melakukan ketidakadilan yang lebih besar. Kristus mengajarkan bahwa integritas yang paling ketat harus mengendalikan tindakan kita terhadap sesama kita.

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Matius 7: 12

Orang-orang yang terus berbuat hal-hal yang tidak jujur akan terus melakukan kebiasaan mereka hingga mereka menipu jiwa mereka sendiri, dan kehilangan sorga dan hidup kekal. Mereka mengorbankan kehormatan diri dan agama hanya karena keuntungan duniawi yang tidak seberapa. (Bersambung…)

 

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *