Senin, 29 November 2021

TELADAN KEMURAHAN HATI (1)

 

Ayat Bacaan Hari ini: 2 Korintus 8:1-15

 

Ayat Hafalan: Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 2 Korintus 8:2

 

Seringkali kita temukan bahwa banyak orang yang hidupnya berkekurangan justru lebih mau berbagi dibandingkan dengan orang yang memiliki banyak kelimpahan. Bukan hanya di kehidupan modern seperti saat ini, namun juga di jaman ketika Alkitab ditulis. Salah satunya adalah jemaat Makedonia yang diangkat oleh Paulus menjadi teladan dalam hal menjadi berkat walaupun mereka berada dalam berbagai penderitaan.

 

Dalam 2 Korintus 8:2 disebutkan, “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.” Ada dua kalimat yang menggambarkan keadaan jemaat Makedonia, mereka dicobai dengan pelbagai penderitaan dan mereka sangat miskin. Penderitaan yang mereka alami adalah tekanan yang mereka rasakan karena iman mereka kepada Kristus. Hal ini nampak dari pelayanan yang dilakukan oleh Paulus di Filipi, Berea atau Tesalonika. Tekanan ini tentu saja berimbas pada keadaan ekonomi, sehingga mereka menjadi sangat miskin. Namun meski demikian, jemaat Makedonia tetap dapat menjadi berkat. Mereka menjadi berkat dalam dua hal, pertama mereka menjadi teladan bagi jemaat lain dalam hal memberi, yaitu mereka memberi menurut kemampuan bahkan melampaui kemampuan mereka. Dan mereka juga memberi lebih banyak dari pada yang diharapkan. Kedua, mereka menjadi berkat dengan mengambil bagian melayani orang-orang kudus. Bahkan mereka sampai mendesak untuk bisa melayani.

 

Apa yang membuat mereka mau menjadi berkat bagi orang lain di tengah segala keterbatasan? Kemurahan hati jemaat Makedonia merupakan hasil dari kecintaan mereka pada Tuhan. Jemaat Makedonia menyadari bahwa mereka adalah milik Tuhan, sehingga mereka memberikan diri kepada Tuhan. Artinya taat kepada kehendak Allah. Tidak berjalan sesuai dengan kehendak sendiri tetapi kehendak Allah. Disisi lain mereka memberi karena mengerti bahwa itu merupakan kasih karunia dari Tuhan dan meneladani pengorbanan Kristus, seperti yang tertulis dalam ayat 9. Tindakan mereka mendapatkan upah dari Tuhan, bahwa Tuhan akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19).

 

Lalu bagaimana dengan kita, apa yang kita bisa pelajari dari jemaat Makedonia? Ketika penderitaan atau kesulitan datang menghampiri hidup kita, biasanya hati dan pikiran kita terkuras untuk memikirkan dan mengatasinya. Pelajaran yang menarik dari jemaat di Makedonia, pada keadaan yang kekurangan dan menderita, mereka justru dengan sukarela mengumpulkan dukungan bagi orang-orang kudus. Mereka memberi dukungan untuk pekerjaan Tuhan melebihi kemampuan mereka.

 

Hari ini mari kita meneladani sikap jemaat Makedonia, memberi untuk pekerjaan Tuhan apapun kondisi kita. Mengapa? Karena Allah terlebih dahulu mengasihi, memberkati dan senantiasa memelihara kehidupan kita.

 

Mari mewujudkan kecintaan kita kepada Tuhan yang terlebih dahulu mengasihi kita dengan cara memberi seperti yang dilakukan jemaat Makedonia.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *