Sabtu, 06 Maret 2021

SPIRITUAL JOURNEY (6)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 1:1-6

 

Ayat Hafalan: Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Mazmur 1:3

 

(Sambungan…)

 

Kedua: memperkuat Akar.

 

Sebuah pohon yang kuat dan kokoh, tidak diukur dari seberapa lebat daunnya atau seberapa banyak orang yang berteduh dibawahnya tetapi diukur dari akarnya. Akar yang semakin merambat dan menerobos kedalaman tanah akan semakin banyak mendapatkan makanan dan semakin membuat pohon itu menjadi kokoh dan kuat. Perjalanan rohani kita menjadi kuat atau tidak sangat ditentukan oleh seberapa dalam kehidupan kita berakar kuat di dalam Kristus. Kekristenan tanpa akar yang dalam, tidak akan mampu menghadapi badai kehidupan. Bagi orang kristen yang berakar kuat di dalam Kristus, krisis akan membuatnya semakin kuat dalam penyerahan hidupnya dan semakin membuat dia dekat dengan Tuhan.

 

Perjalanan rohani tanpa akar yang kuat, akan memudahkan terperangkap pada aksesoris rohani dan bukan esensi kerohanian yakni Allah. Beberapa orang lebih menyukai mengejar fenomena rohani, sehingga ketika seseorang berbenturan dengan realitas yang berbeda, yang terjadi adalah kekecewaan. Dan sama seperti pohon yang akarnya tidak menyeruak pada kedalaman tanah, ketika angin besar datang pohon itu akan tumbang.

 

Kedalaman akar akan menghasilkan orang yang beragama atau memiliki spiritualitas yang sehat. Garry R. Collins memberikan tanda-tanda dari orang yang beragama sehat:

  1. Tahu apa yang mereka percayai (dan sering mengapa mereka percaya seperti itu).
  2. Mempunyai penghayatan iman yang konsisten dengan kepercayaan mereka.
  3. Mempunyai keseimbangan antara akal sehat dan emosi.
  4. Menghormati orang lain dan tidak bersikap menghakimi atau membela diri.
  5. Memikul tanggung jawab atas tindakan mereka.
  6. Bersedia dan mampu mengampuni
  7. Ditandai kasih yang mempengaruhi hubungan-hubungan dan menjangkau orang lain dalam tindakan melayani, belas kasihan, keadilan sosial dan penginjilan.
  8. Terlibat dalam persekutuan. Orang kristen yang memiliki spiritualitas yang sehat menunjukkan bahwa perjalanan rohaninya memiliki makna tersendiri dan bukan sekedar sebuah perjalanan rohani biasa, ada kepuasan rohani yang dinikmatinya bersama Allah.

Ketiga: Mengambil waktu berdiam diri dihadapan Tuhan.

 

Berdiam diri bukanlah sekedar menarik diri dari dunia agar dapat diperbaharui dan disegarkan kembali, tapi juga sarana menemukan pusat keheningan roh dan keyakinan yang bisa kita pakai sebagai titik tolak tindakan kita di tengah dunia yang sibuk dan penuh tuntutan ini. Kita perlu mengambil  waktu untuk berdiam diri dihadapan Tuhan, karena itu kebutuhan kita sebagai bagian dari perjalanan rohani kita. Charles Ringma berkata bahwa beralih  kepada keheningan adalah menemukan diri kita yang sudah diperbaharui, dan dengan memenuhi diri kita dengan perasaan dikasihi dan dipelihara Tuhan, kita akan mampu terlibat kembali di dunia dengan penuh makna dan menikmati kegembiraan tanpa keterikatan. Beralih pada keheningan merupakan hal yang banyak ditakutkan oleh banyak orang karena mereka bingung, apa yang harus dilakukan selama dalam keheningan. Hal ini menyebabkan beberapa orang Kristen mulai kehilangan arti penting dari mengambil waktu tenang dan hening untuk berdiam diri. Padahal mengambil waktu berdiam diri dalam keheningan, kita bisa mendengar suara-Nya, kita bisa menemukan arah baru dan tuntunan Allah, bahkan kita bisa mendapatkan perspektif baru tentang kehidupan di dunia ini. (Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *