Jumat, 05 Maret 2021

SPIRITUAL JOURNEY (5)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 42:1-12

 

Ayat Hafalan: Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Mazmur 42:2

 

(Sambungan…)

 

2. Hati yang terikat atas pemberian-pemberian Allah.

 

Menjadi pembicaraan penting disini adalah pemberian-pemberian Allah yang tidak dikelola dengan baik sehingga hati kita dikuasai oleh pemberian-pemberian Allah, maka hal itu akan memisahkan hubungan kita dengan Allah. A.W. Tozer menjelaskan bahwa:

“Dalam kisah penciptaan dalam kitab Kejadian, Allah menyiapkan  bagi manusia sebuah dunia yang penuh dengan berbagai hal yang berguna dan menyenangkan untuk menjadi makanan dan kesenangan bagi manusia. Semuanya diciptakan untuk digunakan oleh manusia, namun benda-benda tersebut selalu dimaksudkan untuk menjadi bagian eksternal dari manusia dan tunduk kepada manusia. Di dalam hati manusia yang dalam terdapat sebuah tempat kudus yang hanya boleh dimasuki oleh Allah. Namun, dosa telah mendatangkan kerumitan dan telah menjadikan pemberian-pemberian Allah tersebut menjadi sebuah sumber potensial bagi kehancuran jiwa manusia. Kesengsaraan kita dimulai ketika Allah dipaksa keluar dari tempat kudus-Nya di dalam diri kita dan berbagai hal diizinkan masuk ke dalamnya dan hati kita diambil alih oleh berbagai hal.”

 

Hati yang terikat pada pemberian-pemberian Allah akan memalingkan pandangan kita dari Sang pemberi berkat itu sendiri. Keterikatan pada pemberian-pemberian Allah menyebabkan kita kehilangan hubungan dengan sumber yakni Allah sendiri dan memfokuskan hati dan pikiran kita hanya kepada pemberian-Nya. Seharusnya pemberian-pemberian dari Allah menarik kita lebih dekat kepada Allah sehingga roh kita selalu disegarkan oleh Allah dan bukan oleh pemberian itu sendiri. Di dalam kitab Ulangan 6:10-12 Tuhan mengingatkan kepada bangsa Israel melalui Musa untuk mereka jangan melupakan Tuhan ketika mereka telah menerima kelimpahan berkat dari pemberian-pemberian Allah. Artinya bahwa hati yang terikat kepada pemberian-pemberian Allah akan cenderung mudah untuk melupakan Allah. Sebuah perjalanan rohani akan melatih kita untuk memberikan respon-respon rohani untuk melakukan sesuatu seperti apa yang Allah mau, sehingga tantangan, hambatan, krisis tidak mengubah arah perjalanan atau tidak akan menghentikan perjalanan tersebut. Respon-respon rohani tersebut dapat berupa:

Pertama: memperkuat Kerinduan.

 

Bani Korah dalam Mazmur 42,  mengungkapkan kerinduannya akan Allah seperti rusa yang merindukan air. Rasa haus yang hanya terpuaskan dari sungai Allah. Kepuasan yang datang dari keintiman dengan Allah membuat kita akan semakin diperbaharui dari hari ke sehari. Cara pandang kita tentang Allah, sesama dan lingkungan akan berubah, komitmen akan diperbaharui.

 

Mazmur 84:11 berkata, “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.” Menjadi pertanyaan adalah apa yang menarik dari pelataran rumah Allah dibandingkan di tempat lain? Jawabannya sederhana, yakni sebuah pengalaman perjumpaan dengan Allah memberikan kepuasan yang tak tergantikan oleh apapun. Kita perlu memperkuat hasrat atau kerinduan kita untuk selalu berjumpa dengan Allah setiap saat. Ada banyak hal di dunia ini yang berusaha melemahkan kerinduan kita akan Allah, sehingga kita tidak lagi menginginkan Allah mendekat pada kita. Kerinduan kita tidak bisa lepas dari kasih kita kepada Allah. Semakin kita mengasihi Allah, semakin hasrat atau kerinduan kita akan Allah semakin kuat. Karena itu Firman Allah dengan tegas menegor jemaat di Efesus karena mereka meninggalkan kasih yang mula-mula (Wahyu 2:4-5) dan tegoran ke dua ditujukan kepada jemaat di Laodikia yang didapati mereka terkondisikan mengalami kasih yang suam-suam kuku (Wahyu 3:15-16). Kedua kondisi inilah yang merusak kerinduan orang Kristen. Karena itu perlunya kembali kepada kasih yang mula-mula, kasih yang kuat dan panas dan hanya tertuju kepada Tuhan Yesus Kristus. (Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *