Jumat, 11 Juni 2021

ROH MANUSIA (5)

 

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Korintus 14:1-25

 

Ayat Hafalan: Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. 1 Korintus 14:2

 

(Sambungan…)

 

Selanjutnya, berbahasa roh. Karunia ini muncul ketika seseorang mengalami kepenuhan Roh Kudus. Mari kita lihat di 1 Korintus 14 ayat 2 bahasa roh berasal dari Roh, bukan kutipan atau meniru  dari orang lain, bukan pula dari diri kita. Maka dari itu, ketika kita melayani orang dalam baptisan Roh Kudus, lebih baik kita hindari berbahasa roh di telinga orang yang dilayani. Ayat 3 mencatat bahwa bahasa roh merupakan bahasa yang baru, bisa yang tidak dimengerti oleh manusia. Bahasa roh yang sejati akan mendiamkan bahasa roh yang bukan dari Tuhan. Ayat 4 bahasa roh berguna untuk membangun diri sendiri. Ayat 9 bahasa roh merupakan bahasa dengan kata-kata yang JELAS. Bukan bergumam atau bunyi-bunyian yang tidak jelas. Ada kalanya orang yang baru menerima bahasa roh mengalami demikian, tapi itu bisa dilatih. Seharusnya seiring berjalannya waktu, bahasa roh menjadi kata-kata yang jelas, karena orang tersebut memperoleh perbendaharaan kata yang baru tiap hari. Ayat 13 mencatat bahwa kita tidak boleh berhenti hanya dengan memiliki bahasa roh, mintalah pula terjemahan/tafsirannya. Ayat 18 Paulus menyatakan bahwa dia berbahasa roh lebih dari semua jemaat di Korintus. Hal ini dimaksudkan supaya jemaat tidak cukup puasa sekedar memiliki bahasa roh tapi terus mengejar karunia-karunia lain. Roh Kudus selalu bergerak tertib dan teratur. Mana mungkin yang seorang bernubuat sedang yang lain terus-terusan berbahasa roh.

 

Lalu apa bedanya berdoa dalam roh dengan berdoa dalam bahasa roh?Kembali ke ayat 14. Jelas kedua hal tersebut berbeda. Berdoa dalam bahasa roh sudah jelas kita mengutarakan doa kita dalam bahasa roh. Sedangkan berdoa dalam roh berarti kita berdoa dalam bimbingan Roh Kudus. Kita dengarkan apa yang menjadi agenda Roh Kudus dalam doa tersebut. Bahasa roh semakin kuat bukanlah sambil berteriak, tapi dengan bersungguh-sungguh. Berbahasa rohlah dengan kuat, dengarkan, sampai ada yang terbangun di hati kita. Artinya tidak sekedar berbunyi. Ayo kobarkan karunia-karunia yang lain. Bahasa roh adalah membangun diri sendiri, bukan jemaat. Mari persiapkan diri kita di kamar pribadi. Artinya kita senantiasa berkobar. Bukan ketika mau melayani baru kita berbahasa roh dulu.

 

  1. Jadilah dewasa dalam roh. Janganlah cepat puas dengan apa yang kita miliki sekarang. Dewasa dalam roh berbeda dengan dewasa secara jasmani. Tidak peduli umur kita berapa, dewasa dalam roh adalah level kematangan seseorang yang selalu memakai cara-cara Tuhan dalam hidupnya.

 

  1. Jangan campur aduk roh dengan jiwa (perasaan/emosi). Miliki kepekaan roh untuk dapat membedakannya. Ini didapatkan dari hubungan pribadi kita bersama Tuhan. Jika kita pernah mengecap yang dari Tuhan maka kita bisa membedakannya dengan yang palsu/bukan dari Tuhan.

 

  1. Karunia yg kita punya untuk membangun (1 kor 14:12) bukan untuk menghancurkan.

 

  1. Kenakanlah kasih (1 kor 13:1-3) Tidak ada faedahnya dengan kita memiliki segala sesuatu tanpa adanya kasih. Kasih merupakan hal yang terutama dalam hubungan. Inilah yang membedakan kita dengan orang farisi dan ahli taurat.

 

Siapakah yang akan dipakai Tuhan untuk memulihkan keluarga, sekolah, kampus bahkan negara? Jawabannya adalah Anda dan saya yang dipenuhi Roh Kudus. Siapkah kita akan hal ini?

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *