Minggu, 18 April 2021

REVIVAL OF THE CROSS: SUDAH SELESAI (7)

 

Ayat Bacaan Hari Ini: 2 Timotius 4:1-8

 

Ayat Hafalan: Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 2 Timotius 4:7

 

Kata “Tetelestai” yang berarti “sudah selesai” atau “Dia sudah menyelesaikan” merupakan perkataan terakhir Yesus di kayu salib. Perkataan ini disampaikan oleh Yesus sebelum Ia akhirnya menyerahkan nyawaNya kepada Allah Bapa. Perkataan ini tergolong sebagai The seven last saying of Jesus (Tujuh perkataan terakhir Yesus) dan menempati urutan keenam. Apakah maksud dari perkataan ini? Kata “Tetelestai” adalah pernyataan unik yang diberikan oleh Yesus di saat-saat terakhir Ia menderita di kayu salib. Banyak orang menganggap kematian Yesus sebagai suatu kekalahan. Setidaknya inilah yang dipikirkan oleh para murid ketika mereka harus menghadapi kematian Sang Guru. Tentu ini merupakan pemahaman yang salah.

 

Kematian Yesus justru merupakan awal dari kemenanganNya. Kemenangan Yesus tidak dimulai ketika Ia bangkit dari kematianNya. Sebaliknya, kemenangan Kristus dimulai ketika Yesus mengucapkan kata “Sudah selesai!”. Jikalau dibandingkan dengan ucapan Paulus diakhir pelayanannya. Paulus juga mengucapkan perkataan yang sama maknanya dengan ucapan Yesus. Di dalam surat 2 Timotius 4:7 Paulus menuliskan, “Aku telah mengakhiri (Teteleka) pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Ini merupakan ucapan atau proklamasi kemenangan yang sedang ditunjukkan oleh Paulus di akhir pengabdiannya kepada Tuhan. Kalimat ini sengaja dipakai oleh Paulus untuk meniru kemenangan yang juga Yesus proklamirkan di akhir dari pelayananNya (di atas kayu salib).

 

Misi yang diemban oleh Yesus adalah Misi untuk menyatakan keselamatan dari Allah atas orang berdosa. Wayne Grudem menjelaskan bahwa sebenarnya ada empat hal yang seharusnya menjadi takdir dari manusia berdosa jikalau ia tidak ditebus oleh Tuhan :

  1. Kematian sebagai hukuman/pelanggaran dosa. (We deserve to die as the penalty for sin.)
  2. Menanggung murka Allah atas dosa. (We deserve to bear God’s Wrath against sin.)
  3. Keterpisahan dari Allah karena keberdosaan manusia. (We are separated from God by our sins.)
  4. Keterikatan dengan dosa dan menjadi budak dari kerajaan iblis. (We are in Bondage to sin and to the kingdom of satan.)

 

Namun, semua hukuman itu diselesaikan oleh Yesus melalui empat cara juga. Pertama,  Yesus menjadi kurban penebusan (Sacrifice) dosa bagi umat manusia. Kedua, Propisiasi (Propitiation) yaitu Yesus menggantikan manusia yang seharusnya menanggung murka Allah dengan cara “memurkai” diriNya sendiri. Ini adalah bukti dari sifat Allah yang kasih juga adil. Ketiga, Rekonsiliasi (Reconciliation), yaitu Yesus menjadi perantara atau “jembatan” relasi agar manusia dapat kembali menyatu dengan Allah. Dan keempat, Penebusan (Redemption), yakni kematian Kristus sebagai tebusan bagi manusia yang menjadi budak dari keterikatannya terhadap dosa. Kematian menjadi cara Allah “membeli” manusia sebagai “budak dosa” menjadi “budak Kristus”. Itulah empat hal yang menjadi Misi Kristus dan kemenangan yang Ia peroleh ketika harus menempuh jalan salib.

 

Ketakutan terbesar manusia adalah ketika akibat dosa ia harus menanggung maut di dalam hukuman api neraka. Namun, kematian Yesus seolah telah mengatakan bahwa, “Tenang! aku telah menggantikan dirimu!”

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *