Jumat, 16 April 2021

REVIVAL OF THE CROSS: SUDAH SELESAI (5)

 

Ayat Bacaan Hari Ini: Lukas 23:1-56

 

Ayat Hafalan: Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Lukas 23:34

 

Hari ini, semua saudara yang mempercayai Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saudara semua diselamatkan. Kita akan lihat kata “Sudah Selesai” ini dalam bahasa aslinya Yunani yaitu “ TETELESTAI”.

 

Perkataan terakhir dari 7 perkataan salib “tetelestai” (sudah selesai) yang menggunakan bentuk kata perfect yang berarti penebusan telah dilaksanakan, sekali untuk selamanya, efeknya terasa hingga kini. Lalu para penerjemah sepakat menerjemahkannya sebagai “It is finished”. Orang Indonesia menerjemahkannya “sudah selesai”. Orang yang tahu bahasa Inggris bukan hanya sekedar “sudah selesai”, pasti tahu “It is finished” merupakan bentuk present tense (“it” was finished at the current time). Ia mungkin bertanya-tanya karena bahasa aslinya berbentuk perfect tense Yunani. Jawabannya sederhana. Ini terjadi karena para penerjemah tahu, tidak ada padanan perfect tense Yunani dalam tenses bahasa Inggris. Mereka hanya tahu, perfect tense Yunani memiliki hubungan dengan masa kini, jadi mereka terjemahkan menjadi bentuk present bahasa Inggris. Inilah masalahnya, tidak adanya padanan ini membuat kata tetelestai mengalami apa yang disebut Lost in Translation. Versi Inggris hanya menerjemahkannya “It is finished–Telah selesai.”

 

Kekuatan kata ini hilang dalam proses penerjemahannya. Dalam tata bahasa Yunani, kata ini mengimplikasikan sesuatu yang telah selesai, telah dilengkapi, disempurnakan, diselesaikan. Tetapi ini bukan hanya sekedar selesai, dampaknya akan terasa untuk masa-masa selanjutnya. Kalau mau hanya sekedar berkata sudah selesai, Yesus akan menggunakan kata tenses lain, “eteluson” yang juga berarti sudah selesai. Selesai dalam arti benar-benar selesai hanya sampai disitu. Tetelestai ini lebih menekankan apa yang Yesus maksudkan. Perfect tense Yunani menggambarkan kegiatan yang telah sepenuhnya selesai namun memiliki konsekuansi sepenuhnya di masa selanjutnya. Ini berbicara tentang aksi yang telah selesai di masa lalu dengan hasilnya yang tetap berlanjut di masa sekarang. Memang sulit memahami hal ini dalam bahasa Indonesia, mengingat bahasa Indonesia hampir bisa dikatakan tidak mengenal sistem tenses. Bagi kita, saya ‘makan’ tetap berbentuk ‘makan’ walaupun itu terjadi tahun lalu, sekarang ataupun besok. Orang yang bisa bahasa Inggris yang bukan hanya “sekedar berkata”, akan tersenyum mendengar kita berkata, “I am eating yesterday.”

 

Jadi, ketika Yesus berkata, “Tetelestai–Sudah selesai,” artinya, “Sudah selesai di masa lalu, sudah selesai di masa sekarang dan akan tetap selesai sampai di masa yang akan datang.” Ia tidak berteriak, “eteluson,” yang juga berarti sudah selesai. Ia berteriak, “Tetelestai.” Itu sebuah teriakan kemenangan!

 

Sorakkan kemenangan Tuhan Yesus Kristus yang ditujukan ke SEANTERO JAGAD RAYA (sorga, bumi dan bahkan neraka). Berikan Persembahan kepada Tuhan hari ini dan sorakkan kemenangan atas Finansialmu/keuanganmu. Tuhan Yesus sudah membayar SELURUH KEHIDUPANMU untuk masa lalumu, masa kinimu, dan masa depanmu, dan harganya LUNAS.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *