Rabu, 14 April 2021

REVIVAL OF THE CROSS: SUDAH SELESAI (3)

 

Ayat Bacaan Hari Ini: Efesus 4:17-32

 

Ayat Hafalan: Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Efesus 4:26-27

 

( Sambungan…)

 

Kedua, “SUDAH SELESAI” yang diucapkan Tuhan Yesus di kayu salib bukan akhir melainkan awal dari pencurahan anugerah yang sempurna yang akan digenapi secara utuh pada akhir jaman.

 

Dengan kemenangan Tuhan Yesus, iblis memang sudah diremukkan kepalanya, tetapi ekornya masih dibiarkan menyabet kesana-kemari. Rasul Petrus berkata bahwa iblis itu seperti singa yang mengaum-ngaum. Auman singa itu memang menakutkan, semakin keras mengaum semakin menakutkan. Itu caranya singa mengintimidasi binatang-binatang yang lebih lemah. Ketika binatang-binatang tsb terintimidasi, hati mereka menjadi ciut, kekuatan untuk menyelamatkan diri lenyap sehingga lebih mudah untuk dikuasai dan dimangsa. Itulah juga yang dilakukan iblis. Dia bisa memakai siapapun dan apapun, termasuk bekerja di dalam pikiran untuk mengintimidasi kita sehingga kita menjadi lemah dan lumpuh dan kehilangan kesempatan untuk dipulihkan, sehingga iblis akan dengan mudah menguasai kita dan memakai kita menjadi alatnya untuk melakukan kejahatan. Akibatnya, dari korban kita menjadi pelaku kejahatan sehingga kejahatan itu semakin bermultiplikasi.

 

Hari ini, begitu banyak korban pelecehan seksual yang akhirnya berubah menjadi pelaku karena tunduk kepada intimidasi iblis. Ketika kita menjadi korban kejahatan orang lain, bagaimana perasaan kita? Marah, merasa terhina, diperlakukan tidak adil, Tuhan diam saja, dll. Itu manusiawi. Dalam kondisi seperti itu, apa yang Tuhan ingin kita lakukan? Datang kepada-Nya, mengaku dengan tulus dan jujur segala perasaan kita, meletakkannya di bawah salib Kristus, menyerahkan diri untuk dipulihkan oleh bilur-bilur-Nya, melepaskan pengampunan dan move on.

 

Namun, yang seringkali terjadi adalah, kita terintimidasi oleh kuasa jahat yang bekerja di dalam pikiran kita: “Kamu sudah dilukai dengan begitu parah. Orang itu pantas mendapat balasan yang setimpal, rugi kalau kamu tidak melakukannya. Lagi pula, dia nanti akan melakukannya lagi kepada orang lain.” Ketika kita menyerah kepada pikiran-pikiran semacam itu berarti kita memberi tempat berpijak kepada iblis untuk mengacaukan hidup kita. Kita terintimidasi untuk melakukan hal yang sama bahkan seringkali lebih jahat untuk menghancurkan orang itu dan tidak akan pernah puas sebelum orang itu berlutut menyembah-nyembah memohom belas kasihan kepada kita. Dari korban kita berubah menjadi pelaku!

 

Efesus 4:26-27 “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu  dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” Terjemahan yang lebih baik adalah: jangan beri iblis tempat berpijak. Iblis tidak bisa merasuk orang percaya, tetapi jika kita memberinya tempat berpijak, dia akan menguasai dan memakai kita menjadi alat kejahatan. Namun, kalaupun itu sudah terjadi dalam hidup kita, selama kita masih diberi hidup, tangan Tuhan masih terbuka untuk menerima dan menolong kita. Karena itu, ambil keputusan sekarang juga untuk berhenti membalas kejahatan dengan kejahatan, datang kepada Tuhan Yesus, mengaku dengan tulus dan jujur, secara spesifik, tanpa berdalih, bahwa kita sudah berubah dari korban menjadi pelaku! Secara spesifik artinya: bukan hanya berdoa: Tuhan ampuni dosa-dosa saya, melainkan  menyebutkan dengan jelas dan detail dosanya apa. Ini penting bukan untuk Tuhan, melainkan untuk diri kita sendiri, supaya kita jelas apa yang menjadi masalah kita yang sebenarnya. Akui saja dosa kita dengan tulus dan jujur, tanpa berdalih, letakkan di bawah kaki salib Tuhan Yesus, terima pengampunan-Nya, bertobat dan move on.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *