Rabu, 21 April 2021

REVIVAL OF THE CROSS: SALIB KRISTUS (3)

 

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Petrus 2:1-25

 

Ayat Hafalan: “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 1 Petrus 2:24

 

Kutipan firman Tuhan di atas, menegaskan kepada kita bahwa: PERTAMA, Yesus mati di kayu salib karena menanggung dosa kita. Dosa kita diselesaikan oleh Yesus di atas kayu salib. Di salib itulah terjadi pertukaran di mana kita yang harusnya dihukum, tetapi Yesus menanggungnya; KEDUA, kita yang mengaku percaya dan menerima Yesus harus meninggalkan segala dosa kita.

 

Dosa dan segala pengaruhnya terhadap kita harus dimatikan. Sebagai gantinya kita hidup dalam kebenaran, dan pelaku kebenaran seutuhnya; tiga, ada jaminan bahwa oleh darah Yesus yang tercurah di kayu salib kita pasti disembuhkan secara sempurna baik fisik maupun rohani.

 

Perubahan yang dialami harus dialami semua yang menyatakan diri percaya kepada Yesus. Dan semua ini terjadi karena karya salib Kristus. Ketika kita dihadapkan dengan Yesus dan karya salib-Nya, maka kita akan mengalami pembebasan, pendamaian dan kesembuhan.

 

Perubahan pertama yang terjadi ketika seseorang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus adalah perubahan status. Paulus menyebutnya dengan istilah “ciptaan baru” (2 Korintus 5:17). Perubahan status terjadi dari seorang: berdosa menjadi orang benar. Kita yang semula musuh Allah karena dosa, kini oleh darah Kristus kita menjadi anak Allah.

 

Kita yang tadinya mengalami kematian rohani dan menuju kepada kematian kekal, oleh salib Yesus kita mengalami hidup yang kekal. Dipindahkan dari dalam maut ke dalam hidup yang kekal – Yohanes 5:24. Paulus mengalaminya pada saat bertemu dengan Tuhan sendiri di pintu gerbang kota Damsyik.

 

Perubahan kedua yang terjadi adalah perubahan pada perilaku.  Alkitab katakan bahwa perubahan perilaku ini diawali oleh adanya  perubahan pikiran, yang Paulus sebut sebagai “pembaharuan budi”.  Perubahan ini menyebabkan adanya perubahan pada karakter, sikap dan perbuatan.

 

Perubahan perilaku terjadi secara bertahap sebagai suatu proses. Alkitab menyebutnya dengan istilah “pengudusan”. Ini  yang ditandaskan juga oleh Dr. AB Simpson, pendiri Kemah Injil. Paulus tegaskan “…karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:9-10).

 

Puncak dari perubahan terjadi dalam pelayan dan beban kita.  Paulus mengalami perubahan ini dengan menyadari bahwa panggilannya adalah sebagai Rasul bagi orang kafir (Roma 15:15-16) Perubahan ini terjadi dalam:

 

Jangkauan dan  pelayanannya, hal ini ternyata  usaha penjangkauan yang dilakukan dalam perjalanan Misi pertama, kedua dan ketiga. Rasul Paulus sangat antusias, terinspirasi dan termotivasi oleh karya Kristus, sehingga pemberitaan Injil menjadi cara hidupnya. Itu sebabnya dia katakan bahwa ia berhutang kepada Kristus dan dengan tegas dia mengatakan celakalah aku bila aku tidak memberitakan Injil.

 

Harga yang harus seseorang bayar. Tidak sedikit harga yang harus dia bayar dalam bentuk penderitaan “Barangsiapa mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9:23),  yang dialaminya dalam memenuhi panggilannya.

 

Bukan saja pelayanan tatap muka dilaksanakan, juga sebanyak 13 Surat di tulis oleh Paulus meneguhkan Jemaat yang Ia dirintisnya, hingga masih menguatkan jemaat Tuhan hingga saat ini. Kita bersyukur, bahwa Salib sungguh mampu merubah seseorang menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri, lingkungan kita dan bagi dunia.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *