Sabtu, 29 Mei 2021

REVIVAL OF HOLY SPIRIT: PENCURAHAN ROH KUDUS (6)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Kisah Para Rasul 1:1-26

 

Ayat Hafalan: Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Kisah Para Rasul 1:8

 

(Sambungan…)

 

Petrus memulai pengajarannya dengan mengutip dari kitab Nabi Yoel (Yoel 2:28-31). Yoel menubuatkan bahwa akan ada satu saat sebelum kedatangan Tuhan di mana Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya kepada seluruh manusia. Di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama, ada banyak catatan dari pekerjaan Roh Kudus, namun tidak kepada seluruh manusia, hanya kepada orang-orang tertentu saja, untuk tujuan pekerjaan tertentu saja, dan waktu tertentu saja.

  • Yusuf dipenuhi dengan Roh Allah sehingga dapat mengartikan mimpi Firaun (Kej 41:38),
  • Daud dipenuhi dengan Roh Allah sehingga dapat melakukan tugasnya sebagai pahlawan, pemazmur dan raja (1 Sam 16:13)

 

Pada awalnya orang-orang Yahudi yang menyaksikan peristiwa Pentakosta tidak akan menerima bagaimana orang-orang biasa yang bukan dari kalangan imam atau nabi, bisa mengalami kepenuhan Roh Allah seperti para tokoh di Perjanjian Lama. Bukankah para murid tersebut hanyalah orang-orang sederhana dan tidak terpelajar, bukan ahli kitab maupun pemuka agama. Dalam nubuatnya, Yoel melihat saat dimana ada Perjanjian yang baru antara Tuhan dengan manusia ketika Roh Allah dicurahkan atas semua manusia, baik anak-anak, teruna maupun orang tua, atas laki-laki maupun perempuan. Pentakosta menjadi sebuah tonggak sejarah dimulainya suatu era baru, yaitu era dimana Tuhan bekerja melalui semua orang yang percaya kepada-Nya. Karena Pentakosta lah maka gereja didirikan. Sebelum kenaikan-Nya ke sorga, Tuhan Yesus memberikan pesan kepada murid-murid-Nya “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis 1:8). Tujuan Roh Kudus dicurahkan adalah agar semua murid-Nya, yaitu orang yang percaya kepada-Nya memiliki kuasa untuk memberitakan injil keselamatan. Inilah era yang sedang kita jalani.

 

Jika kita memperhatikan nubuat Yoel maka kita akan melihat bahwa puncak dari pencurahan Roh Kudus ini adalah hari kedatangan Tuhan (Yoel 2:31; Yoel 2:1). Hal inilah yang juga menjadi konteks pengajaran Petrus: “Akan terjadi pada hari-hari terakhir” (Kis 2:17). Ketika Yesus menjanjikan pencurahan Roh Kudus, konteksnya pun mengenai kedatangan-Nya yang kedua kali (Kis 1:6-7). Ketika Yesus naik ke Sorga para malaikat yang munculpun mengingatkan murid-murid bahwa Yesus akan datang kembali (Kis 1:11). Pentakosta adalah masa yang dimulai dengan kenaikan Yesus ke sorga dan diakhiri dengan kedatangan-Nya yang kedua kali. Ketika Pentakosta pertama kali terjadi, 3000 orang bertobat dan menjadi percaya, itulah “panen raya” jiwa-jiwa yang pertama. Tentunya puncak dari Pentakosta akan kembali terjadi panen raya jiwa-jiwa yang jauh lebih besar lagi, demikian besar dan dahsyatnya sehingga orang Israel yang sekarang menjadi tegar dan tidak percaya akan bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan, Mesias dan Juruselamat mereka (Yoel 2:27,32).

 

Kebenaran ini sangatlah penting bagi kita. Sebagai orang percaya, kitalah yang mengalami pencurahan Roh Kudus ini. Tuhan tidak hanya memberikan kuasa kepada orang-orang tertentu saja, tetapi kepada semua orang yang percaya. Jadi tidak ada orang percaya yang bisa berkata bahwa bagi mereka cukup sekedar rajin datang ke gereja untuk beribadah, tanpa mau terlibat dalam pelayanan. Dalam Perjanjian yang baru, setiap orang percaya dapat menerima seluruh kepenuhan Roh Kudus dan dapat dipakai Tuhan secara spesial dan dengan cara yang ajaib.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *