Jumat, 28 Mei 2021

REVIVAL OF HOLY SPIRIT: PENCURAHAN ROH KUDUS (5)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Kisah Para Rasul 2:1-47

 

Ayat Hafalan: “…bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Kisah Para Rasul 2:18

 

Pada bagian akhir dari pelayanan-Nya di bumi, Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah bersama dengan orang-orang Yahudi yang lain. Hari Raya Paskah dirayakan oleh orang Israel untuk memperingati bagaimana orang Israel dibebaskan dari perbudakan Mesir dengan pertolongan Tuhan dengan lambang darah anak domba yang tercurah (Kel 12). Yesus lah yang kemudian menjadi Anak Domba Paskah (1 Kor 5:7) yang mencurahkan darah-Nya untuk membebaskan seluruh umat manusia dari perbudakan dosa, lewat kematian-Nya di kayu salib.

 

Hal tersebut terjadi dengan disaksikan banyak orang Yahudi yang saat itu berkumpul di Yerusalem untuk merayakan Paskah. Sebagian besar dari mereka ikut berteriak “Salibkan Dia!” (Yoh 19:15, Kis 2:23). Tiga hari kemudian, pada hari Minggu, saat orang Yahudi merayakan hari raya Buah Sulung (Im 23:10-11), Yesus bangkit dari kematian. Yesus menjadi yang pertama bangkit dari kematian diantara orang-orang percaya (1 Kor 15:20,23).

 

Lima puluh hari kemudian, orang-orang Yahudi yang sama, kembali ke Yerusalem untuk merayakan Hari Raya Tujuh Minggu (Im 23:17). Orang-orang Yahudi Helenestik menyebut Hari Raya Tujuh Minggu dengan bahasa Yunani “Pentakosta”, yang artinya lima puluh, yaitu tujuh minggu sejak Hari Raya Paskah. Bagi orang Yahudi, Hari Raya Pentakosta dirayakan untuk memperingati panen raya. Selain itu, orang Yahudi juga mengaitkan Hari Raya Tujuh Minggu dengan peristiwa turunnya hukum Taurat kepada orang Israel di Gunung Sinai. Orang Israel sering menyebut Hari Raya Pentakosta sebagai “shimchath torah” atau Sukacita Taurat. Jika ribuan tahun sebelumnya Tuhan menurunkan Taurat kepada orang Israel, pada hari itu Tuhan menurunkan berkat sorgawi lain kepada seluruh manusia yaitu pencurahan Roh Kudus kepada seluruh umat manusia.

Ketika pencurahan Roh Kudus pertama kali terjadi kepada 120 murid-murid Tuhan Yesus di loteng atas di Yerusalem, terjadi peristiwa yang menggemparkan kota Yerusalem. Dimulai dengan bunyi seperti tiupan angin keras yang membuat orang-orang Yerusalem berkerumun, mungkin ingin mengetahui asal dari bunyi tersebut (Kis 2:6). Kemudian muncul lidah-lidah seperti nyala api hinggap pada seluruh murid-murid dan mereka mulai berkata-kata mengenai perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah (Kis 2:11) dalam bahasa-bahasa yang dapat dimengerti oleh orang-orang Yahudi dari segala bangsa yang sedang berkumpul di Yerusalem (Kis 2:6-11). Karena murid-murid berasal dari daerah Galilea yang merupakan daerah pedesaan dibandingkan dengan kota Yerusalem, banyak dari orang banyak yang tidak percaya dan menganggap para murid itu sedang mabuk. Pada saat itulah Petrus, nelayan sederhana dari daerah Galilea kemudian tampil dan mulai mengajar dalam kuasa Roh Kudus kepada orang banyak pada saat itu.

 

“Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel: Akan terjadi pada hari-hari terakhir–demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.” (Kis 2:16-18)

(Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *