Kamis, 06 Mei 2021

REVIVAL OF HOLY SPIRIT: MENGENAL ROH KUDUS (4)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Roma 8:1-17

 

Ayat Hafalan: Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Roma 8:14

 

(Sambungan…)

 

Seperti halnya suatu kehidupan perkawinan yang memang menunjukkan suatu kebersamaan, tetapi tidak selalu berarti ada kebersamaan yang bahagia, tidak selalu berarti ada komunikasi mesra, tidak selalu berarti ada harmoni dalam pemikiran dan perasaan antara suami istri. Demikianlah pula banyak orang Kristen yang hidup bersama dengan Allah, tetapi tidak berkomunikasi dengan Dia. Sehingga walaupun Roh Kudus mendiami diri mereka, komunikasi mereka dengan Allah adalah secara akademis saja. Dalam kebaktian-kebaktian gereja, tampaknya hubungan mereka dengan Allah beres-beres saja, tetapi kenyataan yang sesungguhnya adalah sudah berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan mereka tidak lagi berkomunikasi dari hati ke hati dengan Allah. Sehingga tidaklah mengherankan apabila kehidupan keseharian mereka dipenuhi dengan frustrasi dan ketidakmampuan.

 

Jadi, kunci kebahagiaan orang-orang percaya tidak saja terletak dalam kebersamaan kita dengan Allah melalui Roh Kudus-Nya. Bahkan tidak saja terletak pada pengintegrasian emosional antara kehendak kita dengan kehendak Allah, tetapi pada “pergantian” dari kehendak kita kepada kehendak Allah. Karena apabila kita mencoba mengizinkan kedua kehendak (kehendak kita dan kehendak Allah) menguasai kehidupan kita, maka hasilnya adalah kehidupan Kristen yang frustrasi. Apabila kita mengizinkan kehendak kita bersaing dengan kehendak Allah atas kehidupan kita, maka Roh Kudus tidak dapat memenuhi kehidupan kita. Apabila kita dipenuhi oleh diri kita, Roh Kudus tidak dapat memenuhi diri kita, sebagaimana kita tidak dapat memenuhi sebuah gelas sepenuhnya dengan susu dan sepenuhnya dengan air. Roh Kudus hanya dapat memenuhi kehidupan kita apabila kita mengesampingkan kehendak dan cita-cita kita dan bersuka cita dengan peranan kita sebagai pelayan-pelayan Allah. Jadi, menaati kehendak Allah berarti menjalani kehidupan Kristen yang benar, bukan yang palsu.

 

Ketaatan Adalah Persoalan “Kebenaran”

Allah adalah kebenaran sempurna. Bagaimanakah kita yang berdosa dapat berkomunikasi dengan Allah yang Mahabenar? Hanya apabila kita menjadi benar, dan menjadi benar ini tidak dapat kita usahakan sendiri, bagaimanapun kita berupaya mengusahakannya. Seperti pengakuan Nabi Yesaya, “segala kesalehan kami seperti kain kotor” (Yesaya 64:6) di hadapan Allah yang Mahabenar, Mahasuci. Hanyalah kebenaran yang kita peroleh dari Allah, yang membuka jalur komunikasi kita dengan Dia. Alkitab mengajar bahwa setiap manusia berdosa. Karena itu, satu-satunya jalan untuk menghampiri Allah yang Mahasuci adalah dengan mengaku jujur akan keadaan kita yang berdosa di hadapan Allah. Sebagai orang-orang berdosa, kita mutlak membutuhkan penyembuhan, namun penyembuhan ini tidak mungkin didapat dengan usaha kita sendiri. Hanyalah Roh Allah yang dapat menyembuhkan kita, saat Ia memasuki kehidupan kita. Penyembuhan-Nya mujarab dan efektif karena penyembuhan-Nya adalah penyembuhan yang dimulai dari kedalaman jiwa kita. Sedang penyembuhan atas usaha kita sendiri, yang paling baik sekalipun, hanyalah menyentuh permukaan jiwa kita. Seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang berusaha keras, melalui ketaatan beragama, hidup benar di hadapan Allah, tetapi tentang usaha mereka itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga” (Matius 5:20). Sesungguhnya kebenaran kita, orang-orang percaya, hanyalah ada pada Kristus Yesus, dan kebenaran tersebut kita peroleh melalui iman kepada-Nya. Karena itu, untuk mendapatkan kebenaran Kristus, kita harus datang kepada-Nya, mengaku keadaan berdosa kita di hadapan-Nya.

 

Pekerjaan Roh Kudus dalam hidup orang percaya adalah pekerjaaan yang dilakukan secara berulang-ulang. Oleh sebab itu dapat kita minta dalam doa secara berulang-ulang pula.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *