Minggu, 27 Desember 2020

RENUNGAN SPESIAL HARI NATAL (7)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Markus 1:35-39

 

Ayat Hafalan: Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Markus 1:38 

 

 (Sambungan…)

 

Natal Mengawali Pekabaran Injil . Tidak ada Yesus maka tidak ada pekabaran Injil. Mengapa perlu pekabaran Injil? Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, manusia membutuhkan keselamatan dan Yesus datang untuk memberitakan keselamatan yang dari Allah. Alkitab menyatakan bahwa Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. (Markus 1:38) (Roma 1:16)

Yesus memerintahkan kepada murid-murid-Nya: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Markus 16:15)

 

Umat yang layak bagi Tuhan adalah umat yang hidup sama seperti Kristus telah hidup, jadi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan yang mengenal Dia tentu juga bergairah di dalam pekabaran Injil.

Dan sebelum Yesus kembali ke sorga, Ia memberikan amanat agung-Nya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20). Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus adalah perintah yang wajib dilakukan bagi orang yang percaya kepada-Nya, dan sekali lagi; hanya orang yang mengenal dan mengasihi Dialah yang bergairah melakukan perintah-Nya. Itu sebabnya gereja yang merayakan Natal tanpa menggerakkan umat Allah untuk memberitakan Injil Kerajaan Sorga artinya gereja tersebut sudah meleset dari tujuan-Nya, dan hanya menghambur-hamburkan uang saja. Memang di dalam pekabaran Injil selalu ada tantangannya yang seringkali membuat kita takut lalu undur dari memberitakan Injil.

 

Kristus adalah Raja Damai yang telah datang untuk mendamaikan manusia dengan Allah dan perdamaian yang sesungguhnya adalah di mana manusia berdamai dengan Allah. Tidak ada damai bagi orang yang memilih untuk terus menerus berlaku fasik. Perdamaian dari dunia itu palsu, maka ketika damai yang sejati dari surga datang ke dunia, terjadilah peperangan. Yesus berkata: “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.” (Matius 10:34)

 

Damai yang sejati itu membongkar dosa, mendatangkan peperangan. Kalau Yesus tidak datang ke dunia, tidak ada orang Kristen yang dibenci, dianiaya dan dibunuh. Yesus berkata: “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.” (Markus 13:13)

Ketika hidup kita menyatakan damai yang sejati, pasti kita dibenci oleh semua orang termasuk dibenci oleh orang Kristen atheis, tetapi Tuhan Yesus berjanji: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Penyertaan-Nya membuat kita mampu karena Roh Kudus-Nya adalah Penghibur dan Penolong kita. Allah adalah kasih dan di dalam kasih-Nya tidak ada ketakutan karena kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan.

 

Natal itu membawa pembebasan yang seutuhnya yaitu bebas dari dosa karena mengenal Allah dengan benar dan bebas dari ketakutan terhadap berbagai tantangan di dalam pekabaran Injil.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *