Selasa, 18 Agustus 2020

RENUNGAN SPESIAL 75 TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Ayat Bacaan Hari ini: Yohanes 8:30-36

Ayat Hafalan: dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Yohanes 8:32

Kebebasan atau freedom adalah sesuatu yang sangat berharga, sehingga banyak orang rela mati demi kebebasan bangsanya. Para pahlawan memberikan jiwanya demi kemerdekaan negaranya. Film “Braveheart” menggambarkan secara dramatis perjuangan bangsa Skotlandia. Film ini sangat indah dan panjang, dan mendapatkan banyak Oscar. Meskipun banyak yang mengkritik film ini karena ada banyak hal yang tidak berdasarkan sejarah, tetapi kita bisa belajar banyak hal dari film ini. Di dalam film itu, dikisahkan William Wallace memimpin perjuangan bangsa Skotlandia, dan mengalahkan banyak musuhnya. Tetapi akhirnya dia tertangkap, dan dihukum mati. Musuhnya mengatakan, katakan satu kalimat saja “surrender” (Menyerah), maka dia tidak akan disiksa dan dihukum mati. Tetapi dia tidak mengatakan surrender, sehingga kepalanya ditarik ke atas dan kakinya ditarik ke bawah sampai mau putus semuanya. Dengan kesakitan yang luar biasa, akhirnya sepertinya dia akan mengatakan sesuatu. Raja musuhnya memerintahkan ikatannya dikendorkan sedikit, karena mungkin William akan mengatakan “surrender”. Maka dengan nafas yang terakhir dia mengatakan satu teriakan “freedom”, dan dengan kalimat itu dipenggallah kepalanya.

Kali ini kita merenungkan kalimat yang sangat penting (Yohanes 8:32) “kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” The truth will set you free adalah kalimat yang terkenal. Di dalam bahasa latinnya Veritas Vos Liberabit, kalimat yang dipakai paling sedikit oleh 22 universitas sebagai motonya; diantaranya adalah John Hopkins university, Ottawa university, California Institute of Technology.

Apa artinya the truth will set you free? Untuk mengerti kalimat ini mari kita melihat teks alkitab ini.Tuhan Yesus baru mengatakan di dalam Yohanes 8:31 “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku”, selanjutnya Yohanes 8:32 “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Ketika orang-orang Yahudi mendengar perkataan ini, mereka mulai merengutkan kening mereka, apa maksud-Mu kebenaran akan memerdekakan kami. Apa maksudmu dengan “merdeka”? Kami selama ini merdeka, kami tidak pernah menjadi budak siapapun. Kami selalu menjadi orang-orang yang merdeka.

Maka Yesus menjelaskan hal ini dalam Yohanes 8:34 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” Tuhan Yesus mau mengatakan tidak ada orang yang merdeka. Bukan hanya kamu yang tidak merdeka, tetapi bahkan tidak ada manusia di dunia ini yang merdeka. Semua manusia adalah budak dosa, tidak ada orang yang benar-benar merdeka.

Ini adalah kalimat yang penting dari Tuhan Yesus, Tuhan Yesus mau mengatakan dosa bukan hanya perbuatan yang engkau lakukan, tetapi suatu kuasa yang menguasai hati manusia yang membuat manusia melakukan perbuatan jahat itu. Manusia berbuat dosa karena dia adalah budak dosa. Tuhan Yesus mengatakan setiap orang yang berbuat dosa adalah budak dosa. Persoalannya bukanlah perbuatan yang manusia lakukan, tetapi siapa dirinya, status dirinya sebagai budak dosa. Karena dia budak dosa maka dia melakukan dosa. Semua orang berbuat dosa, karena itu semua orang adalah budak dosa. Tidak ada orang yang merdeka, semua orang dikuasai oleh dosa. Sampai Tuhan Yesus datang dan memerdekaan semua orang. (Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *