Sabtu, 22 Agustus 2020

RENUNGAN SPESIAL 75 TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Ayat Bacaan Hari ini: Galatia 5:1-15

Ayat Hafalan: Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Galatia 5:1

Apakah artinya merdeka? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka diartikan sebagai:

tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu, leluasa, dapat berbuat sekehendak hatinya. Banyak orang mengartikan bahwa kemerdekaan atau kebebasan adalah kehidupan yang tanpa halangan dan rintangan. Orang yang berpikir seperti ini kemudian akan memiliki pemikiran pula bahwa karena itu ia bebas berbuat apa saja seturut kehendaknya, tidak peduli apakah yang dia lakukan bermanfaat atau tidak bagi orang lain, atau bahkan merugikan orang lain atau tidak. Dia hanya berpikir, “Karena aku orang yang merdeka, maka aku dapat melakukan apapun yang ingin aku lakukan, dan berkata apa saja kepada siapapun seperti yang aku ingin katakan. Tidak ada seorangpun yang berhak melarang aku atau mengatur aku.”

Orang yang memiliki konteks berpikir seperti ini, mungkin akan dapat dengan leluasa melukai,menyakiti atau bahkan menghilangkan nyawa orang lain dengan cara apapun sesuai dengan keinginannya. Dunia mengajarkan bahwa untuk memperoleh kemerdekaan, maka kita harus dapat melakukan apa saja, tanpa harus mendengarkan apa kata orang. Kita dapat memperoleh kemerdekaan jika kita dapat memperjuangkan kepentingan diri sendiri,dan tidak perlu memikirkan orang lain. Benarkah demikian?

Alkitab memberikan pengajaran bahwa satu-satunya cara untuk kita memperoleh kemerdekaan sejati kita adalah melalui Yesus Kristus. Dalam Galatia 5:1 dikatakan,” Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” Dari ayat ini kita dapat mengambil perenungan bahwa ternyata ada kemerdekaan yang palsu, yang tidak sungguh-sungguh. Itu sebabnya ditekankan melalui ayat ini, “supaya kita sungguh-sungguh merdeka.” Ada orang yang mungkin merasa bahwa ia sudah merdeka, tetapi benarkah ia sungguh-sungguh merdeka? Sebab ternyata, kemerdekaan yang sesungguhnya hanya ada dalam Kristus Yesus. Itu artinya diluar Kristus, yang ada hanya kemedekaan yang semu.

Kristus telah memerdekakan kita dari

Pertama, Kemerdekaan dari DOSA( Roma 6:8)
Sebelumnya kita terikat oleh dosa dan tidak mampu melepaskan diri dari cengkeraman maut. Karena itu manusia membutuhkan seorang pahlawan yang membebaskan manusia dari keterikatan akan dosa. Manusia dengan kekuatan sendiri tidak akan dapat melepaskan dirinya cari cengkeraman belenggu dosa. Hanya  Yesus Kristus yang dapat melepaskan semua dosa dan akibat dosa yang menimpa manusia. Itulah sebabnya Yesus datang ke dunia menjadi manusia untuk menggantikan kita dalam menanggung hukuman  dosa. Dialah pahlawan satu-satunya yang memberikan nyawa-Nya  untuk membayar lunas dosa manusia dengan  dengan darah-Nya yang mahal. Sungguh besar kasih-Nya sehingga kita dapat merdeka di dalam Kristus, yakni hidup tidak dikuasai dosa dan bertujuan untuk senantiasa memuliakan Tuhan.

Kedua, Kemerdekaan dari PENGHUKUMAN (Roma 8:1-2)
Roma 8 adalah deklarasi kemerdekaan Kristen. Salah satunya adalah kemerdekaan dari penghukuman.

Roma 8:1-2  menulis,” Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan maut.” (Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *