Rabu, 15 Juli 2020

PERKATAAN YANG MEMBANGUN (3)

Ayat Bacaan Hari ini: Efesus 4:17-32

Ayat Hafalan : “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” Efesus 4:29

Setiap perkataan yang kita ucapkan entah positif, atau negatif, berdampak bagi kehidupan. Firman Tuhan mengatakan bahwa setiap perkataan memberi buah kepada kita. Sebab itu, penting bagi kita untuk berkata-kata seperti yang firman Tuhan katakan mengenai kita atau mengenai apa pun. Memperkatakan firman Tuhan akan membentuk kehidupan kita, dari yang tidak ada, menjadi ada, dari yang tidak tahu menjadi tahu dan berhikmat, dari yang lemah menjadi kuat, dari yang sakit menjadi sembuh, dan dari yang tidak mampu menjadi mampu, dan sebagainya. Selalu ada buah yang dahsyat dalam setiap perkataan firman. Jika ada bagian-bagian dalam hidup kita dan sesama yang membutuhkan perubahan, biasakanlah mengucapkan “senjata kebenaran”, yaitu firman Tuhan. Percayalah hal itu akan membawa perubahan dalam hidup kita. Ucapkanlah apa yang dijanjikan Tuhan tentang kita, maka Tuhan akan merealisasikannya dalam hidup kita.

 

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar perkataan yang keluar dari mulut kita adalah perkataan yang berkuasa dan memberkati, diantaranya adalah:

 

(1). Menyadari bahwa perkataan kita bisa menjadi senjata yang dahsyat

Ef. 4:29a … tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, …

 

Banyak orang percaya kurang menyadari bahwa betapa ampuhnya kuasa sebuah perkataan. Perkataan yang keluar dari mulut seringkali dianggap hanya sebagai sarana berkomunikasi biasa antar sesama, dimana orang merasa dapat mengucapkan perkataan apa saja sekehendak hatinya. Namun tahukah kita, bahwa betapa luar biasa kuasa setiap perkataan demi perkataan yang diucapkan. Perkataan dapat meruntuhkan namun sebaliknya juga dapat membangun kehidupan sesama manusia. Bahkan perkataan kita orang percaya juga dapat menjadi senjata yang dapat meluluhlantakkan pekerjaan si iblis. Namun semuanya itu tergantung perkataan apa yang diucapkan dan siapa yang mengucapkannya. Ingat tentang salah satu selengkap senjata Allah di dalam Efesus 6:17 yaitu pedang Roh, firman Allah. Kata “firman Allah” di ayat ini tidak memakai kata logos, tapi rhema, artinya memperkatakan firman sehingga menjadi sebuah senjata yang dahsyat adalah bukan sekedar memperkatakan firman yang tertulis di Alkitab, melainkan firman yang ditulis di hati orang percaya sebagaimana yang Tuhan telah taruhkan, yang telah dipraktekkan, dan telah menjadi darah daging dan gaya hidup orang tersebut. Sama, ketika Yesus berkata kepada si iblis: “Ada tertulis”, pandangan Yesus tidak tertuju ke kitab yang ditulis di lembaran kertas perkamen semata-mata, melainkan firman yang Bapa telah taruhkan di hati-Nya, dan yang kemudian keluar menjadi senjata yang mematikan bagi si iblis, sehingga iblis lari tunggang langgang.

 

(2). Menyadari bahwa perkataan kita mampu menimbulkan dampak besar

Ef. 4:29b …, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

 

Perkataan dapat menolong kita untuk mencapai tujuan kita atau justru membawa kita pada kehancuran yang mengerikan. Setiap apa yang kita katakan memiliki konsekuensi. Kita dapat membawa sebuah inspirasi dan kebahagiaan kepada seseorang melalui ucapan kita atau sebaliknya, kesedihan dan luka hati kepada yang lainnya. Oleh sebab itu, kita harus lebih berhati-hati dalam apa yang hendak kita katakan. Jika kita berkata-kata dalam keadaan terburu-buru dan sembrono, maka tidak ada nilai yang memcerminkan hal baik yang akan dihasilkan, tetapi justru sebaliknya, efek yang negatif. Seringkali kita berkata salah mengenai suatu hal karena kita tidak memikirkan terlebih dahulu apa yang hendak kita ucapkan.Beberapa cara menjaga perkataan sebelum mengucapkannya adalah: pikirkanlah, benarkah apa yang akan kita katakan ini? Banyak perkataan yang enak didengar, namun itu berasal dari informasi yang tidak benar. Pantaskah apa yang akan kita katakan ini? Banyak perkataan sesuai dengan situasi untuk diucapkan, namun sebenarnya tidak pantas untuk diutarakan. Pentingkah apa yang akan kita katakan ini? Terkadang ada hal yang nyata, namun tidak penting untuk dikatakan. Bergunakah apa yang akan kita katakan ini? Banyak perkataan yang sebenarnya tidak berguna untuk dikatakan.

 

Mari jemaat Tuhan, ternyata perkataan yang diucapkan tidaklah sesederhana yang kita pikir. Sebab itu, gemakanlah perkataan yang benar dan berkuasa, agar kehidupan kita berada dalam lingkup berkat Tuhan dan berdampak besar bagi diri kita dan sesama.

 

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *