Sabtu, 28 Maret 2020

PENOLAKAN MENIMBULKAN LUKA BATIN

Ayat Bacaan Hari ini: Markus 6:1-6

Ayat Hafalan: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Markus 6:4

Istilah ‘luka batin’ mengacu pada keadaan jiwa seseorang yang tidak sehat sebagai akibat dari goresan atau penderitaan yang terjadi dalam hidupnya; suatu keadaan dalam batin seseorang yang menimbulkan perasaan marah, benci, kecewa dan pahit hati yang begitu mendalam. Secara garis besar penyebab luka batin dalam diri seseorang adalah misalnya peristiwa traumatis, rasa bersalah dan mengalami penolakan.

Pernahkah Saudara ditolak? Bagaimana perasaan Saudara saat mengalami penolakan? Hati kita pasti terasa sakit, merasa terhina, tidak dianggap, tidak dihargai, direndahkan, dan dipandang sebelah mata. Bukan hanya Saudara yang mengalaminya, Kristus pun pernah mengalami penolakan.  Suatu ketika Kristus pergi ke Nazaret bersama dengan murid-murid-Nya. Di sana Ia mengajar orang-orang di rumah ibadat. Hal itu menimbulkan ketakjuban yang luar biasa. Tetapi ada orang-orang yang memberikan respons yang negatif ketika mendengar ajaran Kristus dan melihat mujizat yang dikerjakan-Nya, mereka justru bersikap skeptis dan apatis. “‘Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?’ Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.” (Markus 6:2-3). Peristiwa penolakan Kristus ini justru di kampung halaman-Nya sendiri. Orang-orang sekampung-Nya begitu merendahkan dan memandang Dia dengan sebelah mata. Mereka menganggap bahwa Kristus itu tak lebih dari orang biasa sama seperti mereka. Di mata mereka Kristus tak lebih dari anak seorang tukang kayu.  Itulah harga yang harus Kristus bayar dalam pelayanan-Nya!

Apakah Saudara sedang mengalami luka-luka batin karena tertolak? Bawalah pergumulan Saudara kepada Tuhan! Sebab jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan pernah dipandang hina oleh Tuhan. “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu.” (Mazmur 56:9).

Kesimpulan: Sedalam apa pun luka batin yang kita alami, Tuhan sanggup menyembuhkan!

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *