Senin, 06 April 2020

PENGORBANAN DEMI CINTA

 

Ayat Hafalan: “Aku Berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku meninggalkan rumahnya…, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.: Markus 10:29-30

Ketulusan sebuah cinta dapat dinilai dan diukur dengan pengorbanan. Tak usah jauh-jauh kita mencari contoh dan perbandingannya, karena h al tersebut telah dibuktikan oleh orangtua kita sendiri. Kasih sayang yang tulus dari orangtua dan keinginannya yang sangat besar untuk keberhasilan anaknya, itulah yang membuat orangtua berjuang mati-matian demi anaknya.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa jika ingin menjadi pengikut Kristus yang sejati, kita harus rela berkorban. Seseorang harus meninggalkan segalanya atau semua orang, sehingga dapat mengikuti Yesus dengan total. Semangat rela berkurban demi mengikut Yesus menghantar kita pada bayang-bayang salib di dalam kehidupan kita. Memang sebagai orang Kristen, salib tak terelakkan. Salib-salib tersebut adalah pelbagai tantangan hidup.

Dunia zaman sekarang menawarkan pelbagai kenikmatan bagi manusia: uang, jabatan, pekerjaan bergengsi, kekuasaan, kehormatan dan hawa nafsu. Hal-hal tersebut akan menarik kita semakin menjauh dari ketergantungan terhadap Allah sebagai sumber sejati kehidupan kita, sekarang dan kelak. Oleh karena itu, semangat pengorbanan dan kepenuhan hati untuk mengikut Yesus harus senantiasa diperjuangkan demi menerima upahnya, yakni kehidupan kekal.

Yesus menunjukkan jalan yakni dengan meninggalkan rumah-Nya, keluarga, dan milik-Nya. Namun yang Yesus maksudkan bukan dalam arti harafiahnya, melainkan kita harus terlepas dari segala ikatan dan kepunyaan kita yang membuat kita melupakan Allah dan semakin jauh dari Allah.

Pertanyaan yang pantas kita renungkan adalah mengapa kita harus meninggalkan segalanya demi Yesus Kristus? Jawabannya ialah agar kita bisa fokus hanya kepada Kristus dan mencintai-Nya lebih dari segala sesuatu. Dan dengan cinta kita itulah maka kita harus siap berkorban demi Kristus, sebagaimana Ia rela berkorban bahkan mati di kayu salib demi menebus dosa-dosa kita.

Kesimpulan: Kita harus menjadi pengikut Kristus yang militan dalam dunia sekarang ini. Dengan begitu kelak kita akan menerima upah seorang pengikut Kristus yang sejati, yaitu kehidupan bahagia nan kekal.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *