Minggu, 07 Pebruari 2021

NEW SEASON: MUSIM AKAN BERGANTI, TUHAN TETAP MENYERTAI (7)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 91:1-16

 

Ayat Hafalan: Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Mazmur 91:5-6

 

(Sambungan…)

 

3. Anak-anak Tuhan tidak otomatis dijauhkan dari penyakit dan malapetaka.

Menyikapi wabah ini, sebagian orang Kristen bersikap “terlalu percaya diri.” Misalnya, mereka mengutip Mazmur 91:3, “Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.” Bagi mereka, ayat ini merupakan janji Tuhan sehingga anak-anak-Nya tidak akan terjangkit virus Corona. Benarkah demikian?

Kalau kita meneliti Alkitab, maka kita akan menjumpai banyak tokoh iman di dalamnya yang justru bernasib “tragis.” Ayub, seorang yang saleh namun mendapat kemalangan yang tiba-tiba. Yohanes Pembaptis, seorang yang luar biasa pelayanannya namun mati dipenggal. Bahkan Tuhan Yesus sendiri, Anak Allah, mengalami proses kematian yang begitu mengerikan. Mengapa bisa begitu? Sesungguhnya, Allah tidak pernah menjanjikan kepada kita untuk selalu dijauhkan dari masalah. Yang Allah janjikan adalah hidup kekal dan penyertaan-Nya melewati berbagai permasalahan hidup. Seberapapun besar permasalahan yang kita hadapi, kasih setia-Nya tidak akan pernah lepas dari hidup kita.

 

4. Allah tetap bekerja di dalam masa-masa tergelap manusia sekalipun.

Alkitab berulang kali memaparkan masa-masa yang sangat gelap yang dialami oleh bangsa Israel. Mereka pernah ditindas di Mesir selama kurang lebih 430 tahun. Mereka pernah ditindas oleh bangsa-bangsa di sekitar Kanaan waktu zaman hakim-hakim. Juga, bangsa Israel pernah mengalami pembuangan di Babel. Tetapi di dalam peristiwa itu semua, Allah tetap mempedulikan mereka. Mereka selalu mendapat kelepasan yang datang dari Allah.

Jadi, jangan pernah berpikir ada masa-masa yang begitu gelap sehingga Allah tidak mungkin bekerja di dalamnya. Bahkan dalam peristiwa yang paling gelap sekali pun, yaitu penyaliban Kristus, Allah ternyata menggunakannya untuk menggenapi rencana-Nya.

Inilah yang menjadi penghiburan kita bahwa Allah pun pasti sedang bekerja saat ini. Dia akan menguatkan umat-Nya untuk melewati masa-masa sulit ini, dan mengubahnya menjadi kebaikan. (Roma 8:28)

 

5. Di tengah kesulitan seperti apa pun, kita harus tetap mengasihi Tuhan dan sesama.

Jangan biarkan keadaan yang sulit ini mengaburkan identitas kita sebagai garam dan terang dunia. Walaupun caranya mungkin akan berbeda, namun kita harus tetap menjalankan perintah-perintah Tuhan.

Marilah kita menjadi anak Tuhan yang berhikmat dalam menghadapi situasi ini. Jangan asal percaya dengan pernyataan-pernyataan yang terlihat “Alkitabiah.” Jangan asal share berita negatif. Jangan memanfaatkan kesempatan di atas penderitaan orang lain. Berperan aktiflah dalam memperhatikan orang-orang di sekitar kita.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *