Kamis, 04 Pebruari 2021

NEW SEASON: MUSIM AKAN BERGANTI, TUHAN TETAP MENYERTAI (4)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Lukas 10:25-37

 

Ayat Hafalan: Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” Lukas 10:37

 

(Sambungan…)

 

Sebelum adanya pandemi coronavirus, negara-negara, khususnya negara adikuasa, berlomba untuk menciptakan dan memiliki senjata atau peralatan perang yang paling hebat dan modern. Tapi apa yang terjadi saat ini, negara-negara yang tadinya saling mengancam dan bermusuhan, kini mulai saling memberi bantuan dan menolong yang membutuhkannya.

Melalui kejadian pandemi coronavirus ini, kita disadarkan bahwa manusia tidak bisa hidup hanya untuk dirinya sendiri tetapi kita saling membutuhkan. Oleh sebab itu, kita harus saling peduli, saling memperhatikan dan saling berbagi satu dengan yang lain. Bukankan hal ini yang seharusnya terjadi di dalam kehidupan kita manusia. Kepeduliaan dan solidaritas terhadap sesama.

 

Tuhan Yesus terus berjalan menuju dan menghadapi jalan salib atau kematian-Nya dengan tenang dan damai. Sikap inilah yang dibutuhkan bagi kita sebagai orang kristen, menghadapi pandemi coronavirus ini. Kita harus tetap waspada dan tenang di tengah-tengah segala kekuatiran dan ketakutan kita.

Ada 4 langkah praktis dari pdt Max Lucado, bagaimana kita bisa menang atas kekuatiran dan ketakutan kita. Pdt Max Lucado memakai akronim kata dalam bahasa Inggris “CALM” yang artinya tenang.

 

C = CELEBRATE.

Merayakan. Mungkin ada yang bertanya-tanya, dalam situasi seperti ini, apa yang bisa kita rayakan? Situasi yang sedang kita alami sekarang adalah sesuatu yang berada di luar kontrol kita sebagai manusia. Oleh karena itu kita tidak perlu menyesalkan dan mencari-cari siapa yang salah dalam situasi seperti ini. Jangan kita terfokus kepada masalah yang ada tetapi mari kita bersyukur dan merayakan segala kebaikan dan pemeliharaan Tuhan dan juga kesempatan yang masih diberikan kepada kita, hingga saat ini.

 

Jangan kita larut di dalam kesedihan, kesusahan dan kekuatiran sehingga kita lupa untuk bersyukur atas berkat-berkat dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita. Kita bersyukur hingga saat ini, masih ada yang bisa kita makan setiap hari, bersyukur atas keluarga dan teman-teman kita. Bahkan kita harus bersyukur, dalam keadaan seperti ini, kita masih bisa beribadah walaupun secara online. Itulah langkah praktis yang pertama, Celebrate, rayakan kebaikan dan pemeliharaan Tuhan serta mengucap syukurlah senantiasa. (Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *