Rabu, 03 Pebruari 2021

NEW SEASON: MUSIM AKAN BERGANTI, TUHAN TETAP MENYERTAI (3)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Yohanes 12:12-19

 

Ayat Hafalan: “Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai.” Yohanes 12:15

 

(Sambungan…)

 

Ketika Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem, Ia tahu musuh-musuhnya sudah menanti untuk menangkap dan menghukum-Nya mati. Menghadapi semua ini, Yesus tidak panik dan tidak gentar. Ia pun tidak menghindar dari kematian. Di sinilah hebatnya Yesus. Ia mengerjakan apa yang harus dilakukan agar misi Penyelamatan Allah bagi dunia ini dapat dilaksanakan dan digenapi.

 

Yang menarik dari peristiwa Yesus masuk ke Yerusalem, ketika Ia memilih cara dan gaya seperti seorang raja. Tetapi bukan raja yang pergi berperang. Oleh karena itu, Ia tidak menunggang kuda yang adalah lambang peperangan, tetapi naik keledai. Keledai adalah binatang lambang perdamaian dan kasih sayang. Kita perhatikan di sini, ketika kematian-Nya telah begitu dekat terbayang, ternyata Yesus masih mengingat dan peduli orang lain. Ia datang ke kota Yerusalem, yang menolak-Nya untuk menawarkan perdamaian dan kasih sayang.

 

Tindakan Yesus dalam minggu Palem ini, bisa menjadi teladan bagi kita semua. Dalam situasi yang mencekam dan menakutkan ini, kita jangan hanya diam diri di rumah dan tidak berbuat apa-apa. Tetapi kita harus menjalankan apa yang menjadi bagian dan panggilan kita baik secara individu sebagai orang kristen maupun sebagai gereja-Nya. Saat inilah, waktu yang baik dan tepat untuk kita bisa menjadi berkat dan menjadi saksi Kristus dengan menawarkan dan membagikan perdamaian dan kasih sayang kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita, walau kita berada di dalam rumah.

 

Memang pemerintah telah membuat peraturan untuk kepentingan bersama dan kita sebagai warga negara yang baik harus menghormati dan menaatinya. Namun hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk kita berdiam diri. Seperti yang terjadi dan kita saksikan di dunia saat ini, ditengah ancaman pandemi coronavirus, ternyata banyak cara kreatif untuk kita bisa menunjukkan dan menawarkan kasih, perdamaian dan kepedulian terhadap sesama kita.

Tindakan Tuhan Yesus masuk ke kota suci, Yerusalem sebagai raja dengan naik keledai dan menawarkan perdamaian dan kasih sayang, itu mempunyai makna yang lebih dalam daripada sekadar simbolis. Tuhan Yesus mau memberikan alternatif! Ia mau menunjukkan dan memperlihatkan adanya peralihan fokus kerajaan-Nya dibanding dengan kerajaan dunia, dari kemuliaan (majesty) menjadi kerendahan hati (humility). Dan dari perang (war) menjadi damai (peace).

 

Bukankah hal ini yang sedang terjadi di dunia ini. Peristiwa pandemi coronavirus walaupun menakutkan tetapi telah membuat peralihan atau perubahan perilaku manusia. Sebelum munculnya wabah, manusia mencari dan berlomba untuk mengejar kemuliaan. Manusia dengan pelbagai macam cara bahkan menghalalkan segala cara untuk bisa mendapat hormat, kuasa, kekayaan, kedudukan dan posisi. Tapi coba lihat apa yang terjadi saat ini, mereka yang punya kuasa, kekayaan, kedudukan dan posisi, mulai merendahkan diri untuk peduli dan berbela rasa dengan mereka yang tidak punya atau kekurangan.

( Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *