Kamis, 25 Pebruari 2021

NEW SEASON: BERJALAN DIATAS PANDEMI (4)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Keluaran 34:1-35

 

Ayat Hafalan: Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, Keluaran 34:6

 

(Sambungan…)

 

3. MASA PADANG GURUN ADALAH MASA MENGALAMI TUHAN

 

Ketika Israel di padang gurun, Tuhan menuntun mereka melalui tiang awan dan tiang api. Karena Tuhan hadir, mukjizat terjadi. Mereka tidak bercocok tanam, maka Tuhan kirimkan manna atau roti dari surga selama bertahun-tahun, bahkan pakaian mereka tidaklah rusak. Tanpa Tuhan, tidak mungkin itu semua terjadi. Yakinlah, pada masa sulit sekalipun, mukjizat dan penyediaan Tuhan masih dapat terjadi bagi kita.

Pada masa sulit atau padang gurun, sikap yang perlu dikembangkan adalah kesabaran atau ketekunan. Masa padang gurun ini bersifat sementara. Kita harus melewati padang gurun dan masa yang gersang, tetapi ini bukanlah tujuan akhir. Jadi, jangan mudah kecewa atau putus asa. Imani semua ini akan segera berlalu (This too shall pass).

Kata ‘bersabar’ dan ‘bertekun’ dalam bahasa Yunani adalah ‘makrothumeo’ dan ‘hupomone’ yang mengandung makna kesabaran serta ketekunan adalah kunci dari sikap resilience atau ketahanan mental di tengah situasi sulit serta untuk bisa menyesuaikan diri, bahkan menjadi pemenang. ‘Sabar’ sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah tahan menghadapi cobaan, tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati, melainkan tabah, tenang, tidak tergesa-gesa, dan tidak terburu nafsu. Tuhan menghendaki kita sabar karena :

 

  • Allah pun panjang sabar. Jika Bapa saja panjang sabar, tentu kita sebagai anak-anak-Nya haruslah demikian.

Keluaran 34:6 Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya dan berseru: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya.” 

 

  • Panjang sabar merupakan sifat terpuji. Musuh terbesar bukanlah di luar diri, melainkan diri kita sendiri. Banyak orang bisa saja menaklukkan masalah di luar, tetapi belum tentu dapat menguasai ataupun mendisiplin dirinya sendiri.

Amsal 16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. 

 

  • Sabar juga adalah buah Roh. Buah Roh akan dihasilkan oleh orang yang hatinya terus melekat pada Allah. Jika kita mau bersabar, kita makin serupa Kristus. Jika kita impulsif  atau mudah marah dan emosi meledak-ledak, karakter kita tidak menyerupai Dia.

Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *