Selasa, 23 Pebruari 2021

NEW SEASON: BERJALAN DIATAS PANDEMI (2)

 

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Samuel 30:1-25

 

Ayat Hafalan: Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. 1 Samuel 30:6B

 

Pandemi COVID-19 masih merebak di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menimbulkan banyak goncangan serta krisis berbagai bidang kesehatan, ekonomi, sosial dan lainnya. Banyak orang terkena dampak, bahkan lebih dari 40 juta orang terjangkit virus ini dan sekitar sejuta orang meninggal dunia akibatnya.

 

Di masa-masa sulit ini, kita mesti memiliki resilience atau ketahanan, ketabahan, dan kesabaran. Resilience adalah ketahanan mental, kemampuan untuk beradaptasi dalam tekanan, dan bisa mengatasinya dengan penuh kemenangan. Perlu sikap batin teguh untuk menghadapi segala tantangan serta mau belajar sabar saat sukar sampai memperoleh kemenangan.

 

Resilience seumpama daya pegas atau per yang ketika diinjak tampak merosot atau mengecil, ternyata

kembali pada posisi sebelumnya. Juga ibarat daya lentur karet gelang yang saat direnggangkan tidak mudah putus, melainkan mengembang. Tuhan pun ingin kita seumpama bola basket yang saat terlempar keras ke bawah, malah akan melejit ke atas. Jangan jadi seperti bola kristal yang bila dilempar, justru pecah berantakan. Salah satu tokoh Alkitab yang punya sikap resilience kuat dan tangguh adalah Daud. Dalam segala kondisi buruk, Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, sehingga bisa membalik keadaan. Daud untung, bukan buntung, sebab ia punya keteguhan hati.

1 Samuel 30:6 Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya. 

 

Masa pandemi ini pun merupakan “padang gurun”, masa sukar dalam kehidupan seperti halnya ketika Israel keluar dari Mesir melintasi padang gurun sebelum mencapai Tanah Perjanjian. Untuk menang di masa padang gurun serta supaya tidak binasa di tengah perjalanan, ada beberapa pemahaman yang mesti kita miliki :

 

1. MASA PADANG GURUN ADALAH MASA UJIAN

 

Kesulitan serta krisis merupakan waktu untuk Allah menguji entahkah kita taat berjalan sesuai kehendak dan firman-Nya, ataukah malah memberontak terhadap Dia ?Karakter kita diuji di tengah masa sulit, apakah kita menunjukkan karakter makin mirip Kristus dan disukai Tuhan.

Ulangan 8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. 

 

Melalui berbagai kesulitan, karakter-karakter yang tidak baik dibongkar, dibuang sehingga muncul karakter yang indah, dan ketika lulus ujian serta melewati proses panjang, maka Tuhan akan mengangkat kita. Jadi, pada masa krisis, tetaplah taat pada firman, mengandalkan Dia, dan miliki karakter mau mengasihi, mengampuni, punya banyak waktu intim dengan Tuhan serta berkomunikasi dengan keluarga supaya kelak selepas pandemi, kita jadi pribadi yang lebih baik. (Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *