Selasa, 21 September 2021

MERENDAHKAN HATI DIHADAPAN TUHAN (2)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Yeremia 9:1-26

 

Ayat Hafalan: tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” Yeremia 9:24

 

(Sambungan…)

 

3. Pengenalan akan Kristus membawa pada kerendahan hati

Efesus 3:8: “Kepadaku, yang paling hina di antara semua orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,”

Dalam Alkitab, semua orang percaya disebut dengan istilah “orang kudus”, seperti yang tercatat dalam Efesus 3:8. Rasul Paulus yang dalam surat-suratnya kerap kali mengingatkan orang percaya agar memiliki kerendahan hati menyadari bahwa ia dulu ialah seorang penganiaya jemaat, oleh karena itu ia tetap tidak menyombongkan diri walaupun ia sudah menjadi pelayan Tuhan yang hebat yang sudah menyebarkan firman Tuhan ke orang-orang non-Yahudi di berbagai kota. Sebaliknya, ia merasa bahwa jika dibandingkan dengan rasul-rasul lain, ia adalah yang terendah di antara mereka. Dalam perkembangannya, Rasul Paulus terus giat menyebarkan firman Tuhan bahkan hingga harus mengalami berbagai kesulitan seperti disiksa, dipenjara, dilempari batu, kelaparan, mengalami kapal karam, dll. (2 Kor. 22-28). Walau demikian, Rasul Paulus yang sebelumnya membandingkan diri dengan para rasul, kemudian semakin rendah hati hingga menganggap dirinya lebih rendah bahkan dari semua orang kudus atau orang percaya. Ia bisa saja memilih untuk menyombongkan diri sebagai hamba Tuhan yang hebat yang telah kuat menahan derita begitu rupa dan telah menyelamatkan banyak jiwa. Namun, dalam prosesnya melayani Tuhan dan pengenalan akan Kristus yang terus bertumbuh, rupanya kerendahan hatinya mengalahkan keinginannya untuk bermegah atas dirinya sendiri. Sebaliknya, ia memilih untuk bermegah dalam Tuhan.

 

4. Bermegah Dalam Tuhan

Yeremia 9:23-24: “Beginilah firman Tuhan: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan.”

Maksud dari bermegah dalam Tuhan adalah bersyukur dan bangga bahwa Tuhan yang kita sembah ialah Tuhan yang tidak hanya maha kuasa namun juga penuh kasih. Ia rela berkorban untuk kita agar kita dapat dibenarkan dan layak untuk menerima berkat-berkat-Nya. Walaupun dikatakan sebagai ‘bermegah’ dalam Tuhan, namun hal ini tidak dapat dilakukan tanpa adanya kesadaran bahwa kita adalah manusia berdosa dan karena itu memerlukan Tuhan dalam hidup kita. Kesadaran ini pun muncul dari kerendahan hati. Dengan demikian, sikap bermegah dalam Tuhan ini bukanlah bentuk kesombongan. Nah, sekarang kita sudah lebih memahami apa yang Alkitab katakan mengenai merendahkan diri atau hati kita, terutama di hadapan Tuhan. Hendaknya firman Tuhan ini kita tanamkan dalam hati kita dan kita praktikkan dalam keseharian agar kita dapat menjadi semakin serupa dengan karakter Kristus.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *