Minggu, 30 Agustus 2020

MENGANDALKAN TUHAN DALAM USAHA (7)

Ayat Bacaan Hari ini: 2 Tesalonika 3:1-15

Ayat Hafalan: Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 2 Tesalonika 3:10

Ora et Labora. Sebuah kalimat bahasa latin yang pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, yang artinya, berdoa dan bekerja. Semakin lama, kelihatannya kalimat ini semakin ditinggalkan orang. Kehidupan yang semakin keras dan semakin sulit seringkali membuat orang susah membagi waktunya dengan baik. Ada yang mati-matian bekerja banting tulang siang dan malam, sehingga jangankan berdoa, untuk meluangkan waktu bersama keluarga pun sudah sangat sulit dan hampir-hampir tidak mungkin. Disisi lain, banyak pula orang Kristen yang menerjemahkan berkat-berkat dari Tuhan itu secara sepihak. Mereka kerap mengharapkan berkat turun dicurahkan dari langit lewat serangkaian mukjizat-mukjizat spektakuler setiap saat, dan tidak melakukan apapun untuk mendapatkan berkat itu, selain berdoa siang dan malam.

Saya tidak menutup kemungkinan bahwa Tuhan bisa menurunkan berkatNya dalam keadaan apapun. Mukjizat tentu dapat terjadi kapan saja selama kita tekun dalam doa dan memandang Dia. Itu benar, tetapi ingat, bahwa Tuhan pun telah memberikan bakat dan talenta yang berbeda-beda kepada setiap manusia. Coba lihat disekeliling kita, ada berapa banyak ragam dan jenis profesi seperti usahawan, dokter, petani, nelayan, guru, pengusaha, pegawai, penyedia jasa dan sebagainya. Betapa Tuhan itu begitu luar biasa memberikan bakat dan talenta beragam bagi manusia agar kita semua dapat saling diperlengkapi. Dan bakat serta talenta itu, tentu saja juga merupakan berkat dari Allah Bapa, sebuah berkat yang harus kita pergunakan agar dapat mendatangkan hasil. Disisi lain, jangan lupa berdoa. Segala pekerjaan yang kita lakukan juga perlu dilengkapi dengan doa, supaya apapun yang kita lakukan dapat menghasilkan buah yang manis sesuai firman Tuhan, bukan hanya terhadap kita dan keluarga, tapi juga terhadap sesama seperti yang tertulis pada Efesus 4:28.

Allah menentang orang yang malas, itu ada di Amsal 6:6. Rasul Paulus pada surat-suratnya untuk jemaat di Tesalonika menulis orang yang tidak bekerja dilarang makan. Tuhan juga seringkali mengangkat nabi-nabi-Nya, justru ketika mereka tengah melakukan kerja, dan bukan dalam keadaan malas-malasan. Artinya, berdoa dan bekerja ini arus dilakukan berbarengan secara seimbang. Dan ingat pula, bekerja disini bukan berarti kita boleh melakukan segala jenis pekerjaan asal bisa menghasilkan uang. Lakukan pekerjaan-pekerjaan yang dihalalkan oleh firman Tuhan, dan dukunglah selalu dalam doa. Dan jangan pakai berkat-berkat Tuhan itu hanya untuk diri sendiri, tetapi biarkan juga berkat yang kita terima itu mengalir buat sesama kita yang membutuhkan.

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *