Kamis, 26 Agustus 2021

MENANG ATAS PENCOBAAN (4)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Matius 4:1-11

 

Ayat Hafalan: Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Matius 4:1

Dalam Matius 4:1-11 dikisahkan tentang Yesus yang dibawa Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai iblis. Kalimat ini sekilas kedengarannya tidak enak. Pasti ada tersirat pertanyaan di benak kita: Lho, kok Yesus dibawa untuk dicobai? Mestinya Roh Kudus itu datang bukan untuk mencobai, tetapi untuk memberkati, menghibur, memberi tahu. Oleh karena itu mari kita lihat Alkitab itu secara keseluruhan, jangan sepotong demi sepotong, yang akhirnya bisa berbenturan dengan ayat lain. Misalnya, jika kita mengatakan bahwa Allah tidak pernah mencobai, maka urusan jadi repot, sebab Allah mencobai Abraham dalam Kejadian. Sekarang Roh mencobai Yesus.

 

Pencobaan dalam bahasa Ibrani bisa berkonotasi positif dan negatif. Mencobai, dalam arti positif adalah ujian. Sedangkan arti negatif adalah untuk menjatuhkan. Mencobai dalam pengertian negatif adalah sesuatu perangkap. Jadi dalam terminologi Ibrani, kalau dikatakan Yesus dibawa Roh Kudus, tidak ada yang salah. Tetapi pencobaan ini sebenarnya untuk menunjukkan kepada dunia kemampuan luar biasa Yesus Kristus dalam hal ketaatan pada Allah. Bagaimana DIA memelihara sebuah panggilan dalam diri-NYA, ketika dia memainkan peran di dalam kemanusiaan-NYA sebagai anak Allah, sebagai hamba Allah, sebagai Anak Manusia.

 

Maka ketika dikatakan, “Yesus dibawa Roh ke padang gurun untuk dicobai”, jangan berpikiran negatif, tetapi justru kita harus melihat bagaimana Roh Kudus memimpin kita di tengah-tengah kehidupan. Sehingga apa yang kita bicarakan, apa yang kita lakukan menjadi sesuatu yang mengejutkan bagi dunia. Oleh karena itu, yang perlu kita sadari pertama-tama adalah bahwa ketika kepahitan, kesedihan, pencobaan itu datang, jangan lupa, bisa jadi Roh Kudus yang membawa kita ke sana, supaya bisa mengukur diri apakah kita mampu melewatinya.

 

Jadi, iman Kristen itu tidak mungkin bertumbuh tanpa proses yang mewarnai perjalanan iman itu sendiri. Namun proses itu bisa disebut pasang-surut, tikung kiri kanan, jatuh-bangun, mengalami goncangan yang membuat orang tiba pada satu titik yang jelas untuk menemukan kesejatian, kekuatan, kemenangan. Oleh karena itu, tidak menjadi penting apakah kita masuk atau tidak masuk ke dalam pencobaan. Tapi siapa yang membawa kita ke dalam pencobaan, itulah yang penting.

 

Sebab ada kalanya hawa nafsu kitalah yang membawa kita ke sana. Jika ini yang terjadi maka urusan jadi beda lagi, sebab bukan Roh Kudus yang membawa kita ke dalam pencobaan, tetapi hawa nafsu, diri, keputusan kita sendiri. Kalau ini yang terjadi hancurlah kita, sebab kita sudah mencobai Tuhan. Kita gambling untuk melakukan sebuah tindakan, dan akhirnya kita hancur, karena memang pencobaan itu tidak pernah didisain Tuhan untuk kita, tetapi kita menciptakan sendiri cobaan itu dan menjadi lubang yang menjerumuskan kita sendiri. Maka jangan mencobai Tuhan, sebab kita akan rontok. Kita seharusnya bergantung kepada ketetapan Tuhan, melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. (Bersambung…)

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *