Minggu, 31 Oktober 2021

MEMILIH UNTUK MENGAMPUNI (7)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Yesaya 1:10-20

 

Ayat Hafalan: “…Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Yesaya 1:18

 

Ada seorang ibu yang kehilangan tiga anak karena ditabrak oleh seorang pengemudi yang sedang mabuk, berkata bahwa ia tidak membenci pembunuh anak-anaknya. Sekalipun ia pada saat ini tidak mau menemui orang itu, ia mau mengampuninya dan hanya berharap agar pengadilan memberi hukuman yang sepantasnya. Bagi saya ini adalah sesuatu yang luar biasa, bahwa kemarahan dan kebencian bisa padam karena adanya kasih dalam hati orang Kristen. Kasih yang sudah diperintahkan Tuhan untuk dilaksanakan oleh umatNya.

 

Pernahkah anda memaafkan orang yang bersalah kepada anda? Jika ya, apakah anda benar-benar mengampuni orang itu dengan melupakan segala kesalahan dan cacat celanya? Banyak orang yang berkata bahwa mereka bisa mengampuni orang tetapi tidak dapat melupakan perbuatannya. Dengan demikian, bayangan tentang orang itu dan kejahatannya selalu ada dalam pikiran dan tentunya setiap kali muncul bisa menimbulkan kemarahan atau rasa benci yang membuat diri mereka sangat menderita. Tetapi, saya yakin ada orang yang benar-benar bisa mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain. Itu tentu ada sebabnya.

 

Jika hal mengampuni kesalahan orang lain adalah sesuatu yang sulit dilakukan manusia, bagi Allah yang mahasuci tentunya akan lebih sulit lagi  untuk mengampuni manusia yang berdosa kepadaNya. Karena standar kesucian Allah yang mahatinggi, tidak akan ada seorang pun yang bisa diampuniNya, jika tidak ada penebusan oleh darah Yesus. Karena Yesus sudah mati ganti kita, Tuhan mau mengampuni kita dan melupakan  dosa kita sekali pun kita mempunyai dosa sebesar apa pun. (Yesaya 1:18)

 

Bagaimana Tuhan yang mahakuasa dan mahatahu dapat melupakan sesuatu peristiwa? Banyak orang berpikir bahwa jika Tuhan bisa lupa, Ia bukanlah Oknum yang mahakuasa. Dalam hal ini, Tuhan bisa mengampuni dan melupakan dosa kita karena Ia dengan sengaja tidak mau memikirkan hal itu. Sebagai Tuhan yang mahakasih Ia mengambil keputusan untuk memberikan keselamatan kepada mereka yang percaya kepada Yesus yang sudah dikaruniakanNya.

 

Dengan demikian, Tuhan yang sudah lebih dulu mengasihi kita patutlah menghendaki agar manusia mau mengasihi Dia dan sesama kita karena Tuhan mengasihi seisi dunia ini. Dalam hal ini, selama hidup di dunia tentu lebih mudah bagi manusia untuk mengasihi sesama manusia yang bisa dilihatnya daripada mengasihi Tuhan.

 

Bagi manusia, tidaklah mudah untuk mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah yang Roh dan karena itu jika ada orang yang berkata bahwa ia mengasihi Allah, itu terjadi karena Allah sudah membuka mata rohaniNya. Orang yang sedemikian sudah menjadi ciptaan baru yang mengenal apa yang dikehendaki Allah dan melaksanakan perintahNya. Dengan demikian, mereka yang mengaku mengasihi Allah tetapi membenci sesamanya, perlu bertanya kepada diri sendiri bagaimana ia bisa mengasihi Allah tanpa melakukan apa yang diperintahkanNya.

 

Renungan hari ini mengingatkan kita akan pentingnya mengampuni. Mengampuni adalah pilihan, Tuhan tidak pernah memaksa kita, tapi kuasa Tuhan akan dinyatakan lebih dahsyat didalam hidup kita bila kita mau mengampuni. Renungan ini juga menutup perjumpaan kita di bulan Oktober 2021, sampai bertemu di bulan November 2021 jemaat Imra yang suka mengampuni. Tuhan Yesus memberkati!

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *