Sabtu, 30 Oktober 2021

MEMILIH UNTUK MENGAMPUNI (6)

 

Ayat Bacaan Hari ini: Roma 12:9-21

 

Ayat Hafalan: Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:20-21)

 

Pernahkah Anda dijahati orang? Kalau ada kesempatan, apa yang akan Anda lakukan kepada orang itu? Yusuf yang masih muda pernah mengalaminya. Bukan dari orang lain, ia justru mendapat perlakuan buruk dari saudara-saudaranya sendiri. Ia dibuang ke dalam sumur, dijual untuk jadi budak, hingga ia harus mengalami rangkaian pengalaman pahit lainnya. Terbayang betapa Yusuf mungkin sangat sakit hati kepada mereka. Untungnya, dia tidak membalas kejahatan kakak-kakaknya itu dengan kejahatan. Dia tidak membalas dendam ataupun berbuat yang tidak baik kepada mereka.

 

Seseorang pernah mengatakan bahwa orang yang ingin balas dendam umumnya mendapatkan apa yang mereka harapkan. Tapi setelah itu apa? Sebuah suku di Afrika memiliki sebuah ritual “penenggelaman.” Seorang penjahat akan diikat tangan dan kakinya, dan kemudian ditenggelamkan ke sebuah sungai. Korban atau keluarga korban bisa saja membiarkan penjahat itu mati tenggelam, tapi mereka akan berduka seumur hidup mereka. Sebaliknya, jika mereka memilih untuk menyelamatkan penjahat itu, mereka menghapus duka dan kesedihan serta roh anggota keluarganya itu pergi dengan damai, dan itu artinya mereka sendiri juga bisa hidup dengan damai.

 

Alkitab mengajar kita untuk mengampuni, untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, untuk menyediakan hidangan bagi orang yang membenci kita, untuk menaruh bara di atas kepala mereka. Inilah kehendak Yesus. Sebagaimana Ia telah mengampuni dan melupakan kesalahan kita, Ia juga ingin kita melakukan hal yang sama. Ia ingin kita juga mengampuni dan melupakan.

Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:20-21)

 

Ketika ada kesalahan atau kejahatan dilakukan oleh pihak lain, kitalah yang harus berinisiatif terlebih dulu untuk mengampuni mereka. Sebagaimana Allah di dalam Kristus Yesus telah mengampuni kita, hendaklah kita juga punya hati yang mau mengampuni kesalahan orang lain. “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni,” (Efesus 4:31-32a). Bagaimana kita bisa melakukannya? Pertama, kita harus memusatkan pikiran kita sepenuhnya kepada pengampunan yang telah Tuhan kerjakan bagi kita. Renungkan betapa besar rahmat yang sudah dilimpahkan Tuhan kepada kita seperti kata Daud, “Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu,” (Mazmur 103:2-3a). Kedua, selesaikan dengan jujur semua kemarahan yang kita rasakan terhadap orang lain, lalu melupakannya. Memang tidak mudah! Namun Tuhan akan tolong.

 

Mengampuni tanpa melupakan itu seumpama kasih yang bersyarat, namanya bukan pengampunan !

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *